PALU, jarrakpossulteng.com – Terkait ada oknum yang melakukan ferivikasi terhadap calon penerima Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Arifin Sinukun dan Sahrul Labado diketahui mereka berdua adalah calon Tenaga Fasilitator Lapangan yang sementara mengikuti seleksi dan baru pada tahapan seleksi TKD dan menunggu tes wawancara yang nanti akan dilaksanaka setelah Idul Fitri nanti.

Diketahui juga bahwa mereka berdua adalah Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) pada tahun 2021 yang lalu yang SK nya sudah berakhir.

Foto: PPK BSPS Menyeret Balai Perumahan Sulawesi Tengah Disaat Kasus Simpang Siur Rekrutmen TFL 2022. (Dok. Jarrak Pos Sulteng/Jamaludin Butudoka).

Namun begitu berani melakukan verifikasi data dilapangan bagi calon penerima bantuan BSPS Tahun 2022, sementara mereka belum mempunyai legalitas untuk melaksanakan tugas sebagai TFL.

Diketahui, mereka berdua berdasarkan perintah Kepala Seksi bagian Verifikasi Lapangann Ibu Dina pada Balai Perumahan Rakyat dan Permukiman Sulawesi Tengah kata Sahrul Labado melalui via telepon Minggu, 01-05-2022 sehingga melaksanakan verifikasi tersebut. Ibu Dina menghadap di Kabupaten dalam hal ini Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman, kami diperintahkan turun langsung kelapangan, katanya.

Sementara oknum tersebut belum mengantongi SK sebagai Tenaga Fasilitator Lapangan pada Tahun 2022.

Hal senanda disampaikan oleh Arifin melalui via telepon pada hari yang sama bahwa meminta untuk menanyakan langsung kepada pihak Balai dalam hal ini Ibu Dina selaku Tim Verifikasi Lapangan.

Baca Juga :  Rekayasa Lalu Lintas Berjalan Baik Saat Arus Mudik Lebaran, Jaringan Aktivis Nusantara Apresiasi Kinerja Polri

Sehingga tim media JarakPost Sulteng menelusuri dan menanyakan kepada Ibu Dina melalui via telepon pun membenarkan bahwa mereka benar melakukan verifikasi karena kuota di Kabupaten Banggai Kepulauan sudah ada dan program sudah harus di mulai, itu pun bukan atas nama TFL tetapi Ibu Dina minta tolong atas nama pribadi mereka, lanjut Ibu Dina dan semua atas itu atas rekomendasi dan saran Ibu PPK Sulastri, bahkan yang memberikan nomor kontak untuk dihubungi adalah Ibu PPK.

Diwaktu terpisah ada beberap calon TFL di Kota Palu yang lagi menunggu seleksi wawancara merasa kecewa setelah mendengar bahwa ada oknum calon peserta seleksi bersama mereka belum dinyatakan lulus namun sudah bekerja selayaknya TFL yang sudah mempunya legalitas atau SK Kontrak.

Apapun alasanya itu menimbulkan pertanyaan publik, karena mereka Arifin dan Asrul itu selain calon atau peserta ujian seleksi mereka juga adalah tahun lalu sebagai TFL yang sudah berakhir kontraknya.

Sampai berita ini naik PPK Ibu Sulastri kami hubungi melalui via telepon dan wshaap untuk mengkonfrontir yang disampaikan Ibu Dina namun tidak merespon bahkan mengabaikannya.

 

Penulis : Jamaludin Butudoka
Editor : Moh Reza

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here