Palu.Jarrakpossulteng.com. Upaya untuk mencari solusi soal asset yang dimiliki yang di miliki antara Pemerintah Kabupaten Buol dan Pemerintah Kabupaten Tolitoli naga-naganya akan mengalami jalan buntu. Hal ini disampaikan Sekretaris Provinsi Sulawesi Tengah, Ir.Moh.Faisal Mang, MM, kemarin di ruang Sekprov di kantor Gubernur,

Faisal Mang mengatakan bahwa, pihak Pemerintah Provinsi sudah berupaya memediasi persoalan ini dan telah dilakukan pertemuan antara Pemkab Buol, yang di hadiri oleh Wakil Bupati Buol H.Abdullah Batalipu, S.sos, serta Pemkab Tolitoli dihadiri langsung Bupatinya H.Amran Yahya, diruang Polibu bulan lalu.

Namun dalam pertemuan tersebut menurut Sekprov Faisal Mang sama sekali tidak menemui titik terang,

Karena antara kedua Kabupaten yang masih bersudara tersebut masing-masing ngotot untuk mempertahankan bahwa itu adalah hak mereka. Menurut Sekprov Ir.H.Faisal Mang yang juga mantan Kadis Perkebunan dan Peternakan Sulteng,

“Pemprov sudah mengupayakan untuk mencari solusi tentang persoalan ini, saat itu saya sendiri yang hadir, tapi kelihatannya Pemkab Buol lewat Wabubnya H.Abdullah Batalipu, tetap akan mempertahankan lokasi dan bangunan asrama putra Buol yang terletak di jalan Watumapida adalah murni milik Pemkab Buol sudah sejak lama sebelum Buol berpisah dengan Tolitoli, dan itu menurut Faisal Mang seperti apa yang di sampaikan Wakil Bupati Buol saat pertemuan, itu dibeli patungan oleh para pedagang kopra asal Buol”, terang Faisal,

“Namun ketika ditanyakan alas bukti berupa kuitansi pembelian lokasi tersebut tidak bisa dibuktikan dan hanya konon katanya, dan Pemrov sudah mengecek langsung kelokasi serta mengukur lokasi tersebut dan luasnya kurang lebih 8.000 meter persegi, serta menawarkan kepada Pemkab Buol untuk di bagi 2, ternyata tawaran ini sama sekali tidak mendapatkan respon dari Pemkab Buol alias tidak mau di bagi”, ujar Sekprov.

Baca Juga :  Pasang Baliho 3 DPO Terorisme Poso, Satgas Madago Raya Himbau Segera Menyerahkan Diri

 

“Pihak Pemprov sifatnya hanya memediasi, kalaupun hal ini tidak di temukan solusinya, tinggal tergantung kedua daerah tersebut”, jelas”Faisal Mang.

Sementara itu Bupati Tolitoli H.Amran Yahya, saat di temui Media Online Jarrakpos dan Media Era, pada hajatan keluarga di Tolitoli mengatakan, bahwa kami Pemkab Tolitoli tinggal menunggu keinginan Pemkab Buol, mau dikemanakan persoalan ini, melalui jalur hukum pun kami siap, apalagi alas bukti berupa sertifikat aslinya ada pada Pemkab Tolitoli.

“Kami sudah sangat bijaksana, menawarkan solusi untuk duduk bersama membicarakan persoalan, ini namun tidak disahuti. Sikap kami menunggu apa keinginan Pemkab Buol kami akan layani” , tutur Bupati Toliti, Amran Yahya.

 

Sementara itu, tokoh masyarakat yang sekaligus tokoh perjuangan pemekaran Kabupaten Buol H.Ibrahim Timumun, ketika ditemui Jarrakpos dan Media Era di kediamannya di Buol mengatakan, sebenarnya berbicara soal aset antara Pemkab Buol dan Pemkab Tolitoli, yang boleh kita katakan masih sedarah atau kakak beradik, tidak ribet menyelesaikan atau mencari solusi dan kata sepakat, mari kita duduk bersama berbicara dan saling ihlas, seperti apa kira-kira yang ditawarkan oleh kedua daerah tersebut dalam mencari titik terangnya, Ibrahim Timumun, juga tetap menyarankan kedua daerah bahwa, masih terbuka lebar jalan dan belum terlambat dalam penyelesaian masalah ini

“Saya siap bersama bapak Mansur Sadu, unuk hadir dalam pertemuan-pertemuan nanti, tidak ada masalah tanpa penyelesaian, mari kita duduk bersama dengan kepala dingin hati sejuk pasti ada solusi dan keputusan yang tidak saling merugikan” , tutup Ibrahim Timumun.

Sumber : Jarrakpos Official
Editor : Kurnia
Laporan : Miro

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here