Palu.Jarrakpossulteng.com. Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Sulawesi Tengah yg beralamat di jalan Gunung Bosa Palu, Senin 7/8 2021 mengundang sejumlah wartawan dan awak media di kota Palu, yang berlasung dari pukul 10.00 hingga menjelang shalat dhuhur.

Tujuan dari dilaksanakannya konfrensi pers oleh BP2JK yakni terkait dengan pemberitaan di media online dan media cetak serta unjuk rasa yang dilakukan sejumlah elemen masyarakat yg tergabung dalam LSM pemerhati pembangunan di Sulawesi Tengah.

Ada beberapa hal terungkap dalam konfrensi pers tersebut diantaranya, pelaksanaan tender multi year dengan paket pekerjaan Buol batas Umu yang menelan anggaran kurang lebih 60 milyar rupiah yang konon katanya pemengnya PT Trisandi Yudha perusahaan asal Gorontalo yg saat ini sementara di evaluasi dan pembuktian dokumennya dilakukan oleh PPK dan Satker.

Kemudian terungkap pula bahwa banyak perusahaan lokal yang tidak diberi peluang dalam mengerjakan pekerjaan disejumlah wilayah di Sulawesi Tengah dan bahkan dalam pengumuman berada di posisi urutan paling bawah dinaikkan menjadi pemenang, karena BP2JK melalui tim pokjanya sdh berkolusi dengan perusahaan yang berambisi untuk memenangka paket proyek yang dimaksud dengan memberi sesuatu imbalan yang pada akhirnya menabrak Perpres dan permen.

Dari sejumlah tudingan tersebut akhirnya BP2JK yang merupakan balai satu-satunya pelaksana tender proyek jalan dan jembatan (BPJN) serta permukiman di Sulawesi Tengah, buka suara.

Kepala Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Sulawesi Tengah, Ronny Andnandi, ST,MT, dalam konfrensi Pers mengatakan, bahwa tidak ada Kongkalingkong dalam pelaksanaan tender di Pokja kami, karena sat ini kata Ronny, tender sudah memakai sistim online dan sudah terkonek di LPSE kementrian PU, setiap dokumen apapun yang di upload disitu tidak bisa dirubah dan diganti tidak mungkin ada Kongkalingkong semuanya by sistem, apabila dokumen tidak lengkap langsung terijet oleh sistim dan kamipun sering di audit oleh Inspektorat.

Lebih jelas Kepala BP2JK Ronny Andnandi yang di dampingi kasubag TU Widyanto, SE,ST dan pokjanya Herman Labalado, ST,MT, mengatakan, terkait harga penawaran terendah aturan sudah mengatur bahwa setiap penawaran di bawah 80 % , itu ada evaluasi kewajaran harga dan Pokja kami akan mengecek detail dari masing-masing item ada aturannya serta ada SOP nya untuk menghitung harga yg wajar.

Kamipun kata Ronny didampingi oleh tim tehnis dari masing-masing yang punya paket, bukan semata-mata Pokja kami yang melakukan evaluasi.

Sehingga dalam penetapan pemenang semua sudah sesuai aturan yang berlaku dan sesuai Perpres dan Permen, imbuh Ronny, kepada sejumlah wartawan dan awak media.

Ketika ditanyakan soal perusahaan lokal yang kurang bahkan tidak diberdayakan, Ronny mengatakan, itu tidak benar.

Banyak kok perusahaan lokal yang menang lelang, kalau sesuai data kami itu ada sekitar 31 perusahaan lokal yang memenangkan tender di wilayah Sulteng, kalaupun ada pengusaha lokal yang gugur, itu akibat ada hal-hal yang sepele yang mereka tidak bisa penuhi.

 Kepala Balai BP2JK Ronny And Nandi, ST, Mt, didampingi Kasubag Tu, Widyanto, SE, ST, dan anggota Pokja Herman Labalado ST, MT, saat di konferensi pers dengan sejumlah awak media di kantor BP2JK Jalan Gunung Bosa Palu. 

Terkait dengan hubungan dan kordinasi dengan pemerintah daerah, hal itu tetap kami dari BP2JK tetap berkoordinasi dengan Pemda.

Selanjutnya ketika media online “Jarrakpos” mempertanyakan soal penetapan pemenang 123, kepala balai BP2JK, kabalai BP2JK yang didampingi Pokja Herman Labalado, menyampaikan mekanisme selanjutnya dokumen tersebut diserahkan ke PPK dan SATKER untuk dilakukan pembuktian kwalifikasi dokumen.

Jika dlm pembuktian kwalifikasi dokumen yg di lakukan oleh Satker dan PPK, terdapat kesalahan ataupun kekurangan dokumen, seperti contoh dukungan alat dan dukungan tenaga teknisnya, ada juga yang dipakai menawar pekerjaan di tempat ataupun di daerah lain, itu sama sekali tdk bisa di tolerir, dan harus dilakukan pembatalan pemenang, selanjutnya mengevaluasi lagi perusahaan berikutnya, jika seandainya ketiga-tiganya tidak memenuhi syarat, maka akan di lakukan tender ulang, ujar Ronny, dlm konfrensi pers yang dijaga ketat dari aparat kepolisian Polresta Palu.

Sumber : Jarrakpos Official
Laporan : tiem
Editor : kurnia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here