Donggala-Jarrakpossulteng.com. Masyarakat desa Oti Arianto dilaporkan kades Oti,Pasalae dugaan manipulasi tanda tangan terkait kebijakan yang telah dilakukan oleh Kepala Desa Oti.

Arianto alias kido,dilaporkan kepolisi lantaran diduga telah melakukan tindak pidana pemalsuan tanda tangan 9 orang warga untuk data pendukung surat yang menolak kebijakannya.

Adapun isi surat penolakan kebijakan Kepala Desa Oti antara lain :

1. Kepala desa Oti mengurangi jumlah masyarakat Penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan menghapus nama masyarakat yang menurut beliau bukan pendukungnya dalam pemilihan Kepala Desa Oti tahun 2019 kemarin.

2. Kepala Desa Oti telah melakukan pergantian dan pengangkatan aparat desa oti tidak sesuai dengan prosedur dan bertentangan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 tahun 2017 tentang perubahan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 83 tahun 2015 tentang Pengangkatan dan pemberhentian aparat desa,dan beliau juga tidak mengindahkan edaran Bupati Donggala yang melarang kepala desa agar jangan dulu melakukan pergantian aparat desa dengan menyebut,edaran tersebut kadaluarsa.

3.Kepala Desa Oti telah melaksanakan Pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan mengatur pemilihan tersebut agar supaya yang terpilih sebagai anggota BPD adalah masyarakat yang terlibat dalam pemenangannya saat pemilihan Kepala Desa Tahun 2019 yang lalu.
Dan saat ini,Surat Penolakan Kebijakan Kepala desa tersebut sudah berada di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa di Donggala.

Pada saat menemui terlapor dipolsek sindue,Arianto sudah tidak berada ditempat.

“Saudara arianto sudah pulang tadi malam bersama kepala desa.kedua belah pihak sudah sepakat untuk berdamai dan membuat surat pernyataan”ujar iptu faisal

Sementara itu,Kades Oti (Pasale) yang kami coba hubungi lewat whatsap untuk mengonfirmasi terkait masalah tersebut hanya membaca pesan tanpa ada jawaban sedikitpun.

Sumber : Redaksi
Laporan : budy/feriadi
Editor : kurnia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here