Parigi,Jarrakpossulteng.com – Aktivitas Penambangan Illegal (PETI) yang diduga belum memiliki Ijin Usaha Pertambangan (IUP) yang beroperasi diwilayah Kec. BolanoLambunu Kab. Parigi Moutong (Parimo) Sulawesi tengah telah berakibat tercemarnya Sungai Lambunu.

Bahkan dampaknya nyaris tidak dapat digunakan nya lagi air sungai Lambunu oleh sebagian masyarakat yang tinggal disekitar Lambunu.

Hal tersebut disampaikan oleh Camat Bolano Lambunu ,Aftar Moh. Nusa, S.Sos kepada Media ini

” Ya. Benar air sungai mulai keruh. Nyaris tidak dapat digunakan untuk mandi dan mencuci” kata Aftar Muh. Nusa ketika dikonfirmasi.

Selain nyaris tidak dapat digunakan untuk mandi dan mencuci, akibat kegiatan penambangan tersebut sekitar 6.000 hektar sawah milik warga terancam rusak karena PETI. Tutur camat BolanoLambunu, dengan serius.

” Ada sekitar 6.000 hektar sawah milik warga terancam rusak. Akibat tercemarnya dan berwarna keruh air sungai Lambunu. Tutur, Aftar Muh. Nusa.

Diuraikan Aftar, kegiatan penambang Ilegal Tak memiliki IUP tersebut telah dihimbau dan diminta untuk dihentikan. Dengan beberapa pertimbangan.

Diantaranya Adanya instruksi surat Edaran Bupati kepada para camat se-kabupaten Parigi Moutong. Surat dari Kepala Dinas PU SDM perihal pelarangan beraktifitas tambang Ilegal karena akan bertentangan dengan RTRW kabupaten Parigi Moutong. Katanya serius kepada Jarrakpos. Saat dihubungi melalui ponselnya.

” Kegiatan penambang Ilegal tanpa ijin, telah diupayakan untuk dihentikan melalui beberapa kali pertemuan Dikantor camat.

Pertemuan sudah dilakukan. Pada tanggal 9 April 2021 belum lama ini. Dihadiri dari unsur penambang. Aparat pemerintah kecamatan. Dan dari Polsek, Koramil serta kejaksaan.

” Sebagai kepala Wilayah pemerintah kecamatan, sudah memutuskan untuk memberhentikan aktivitas pertambangan di wilayahnya, yaitu di Kecamatan Bolano Lambunu”, pungkasnya.

Sumber : Jarrakpos Official
Laporan : mardison
Editor : kurnia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here