Pimpinan cabang BPJS Palu, WAHIDAH dalam rangka sosialisasi BPJS JKN -KIS di Caffe “O” jalan Kartini. Foto/Ami Ismail Udit.

Palu.Jarrakpossulteng.com.BPJS adalah satu-satunya badan penyelengara jaminan kesehatan yang di tunjuk pemerintah pusat dalam melaksanakan program penanganan kesehatan bagi seluruh warga negara Indonesia, hingga saat ini terus berupaya semaksimal mungkin dalam berbagai pelayanan.

Untuk memaksimalkan pelayanan tersebut BPJS cabang Palu terus melakukan sosialisasi dalam penyelenggaraan program jaminan kesehatan bagi warga, khususnya warga Sulawesi Tengah dan bekerjasama dengan para awak media baik cetak maupun media Online di Palu.

Pimpinan BPJS Cabang Palu WAHIDAH dalam sosialisasinya mengatakan, saat ini para peserta BPJS JKN-KIS sudah semakin mudah untuk mendapatkan pelayanan yang maksimal, terutama soal pembayaran yuran bulanan melalui Bank-Bank apa saja, melalui aplikasi android di link pelayanan BPJS, hal ini menurut Wahidah, lebih mempermudah akses pelayanan lewat bank sampai ke pelayanan puskesmas, klinik dan Rumah Sakit, agar para peserta JKN-KIS betul- betul terlayani secara maksimal, sesuai hak-hak yang dimiliki peserta dalam setiap tingkatannya.

Ketika di tanya tentang kepesertaan warga masyarakat diseluruh Sulawesi Tengah, Wahidah mengatakan bahwa, Kabupaten yang sudah terdaftar dalam pelayanan BPJS JKN-KIS , masyarakatnya sudah 95% yakni kabupaten Tolitoli, kabupaten Buol, Morowali, Morowali Utara, Palu dan kabupaten Tojo Una-Una, dan yg terendah adalah kabupaten Banggai Laut. Lebih lanjut Wahidah mengatakan bahwa dalam pelayanan kami ada dua kategori, yakni penerima bantuan dan bukan penerima bantuan, dengan jumlah total kepesertaan warga masyarakat sampai tahun 2020, dari sekitar 3 juta lebih penduduk yang sudah masuk peserta, sekitar 2,5 juta dan masih ada sekitar 47% yang dibiayai pemerintah yang belum terdaftar sebagai perta, jelas Wahida, dalam sosialisasi yang diselenggarakan di Caffe “O” dibilangan jalan Kartini beberapa waktu lalu.

Menyinggung tunggakan bagi warga masyarakat sebagai peserta BPJS JKN-KIS, lebih jauh Wahidah menjelaskan, hingga Mei 2021, khusus untuk BPJS cabang Palu, itu tunggakannya sekitar 108 milyar sudah termasuk beban dendanya yang 5 %. Sedangkan untuk klaim yang sudah dibayarkan dari bulan Januari-Mei berjumlah 231 milyar.

Untuk peserta yang sakit di rawat karena Cobid-19 klaim yang sudah dibayarkan khusus untuk Kota Palu berjumlah 1500 peserta. Dan untuk program relaksasi tunggakan bagi peserta yang sudah menunggak beberapa bulan dan bahkan tahunan, sampai saat ini belum ada program relaksasi tersebut untuk pengurangan denda bagi warga masyarakat peserta BPJS JKN-KIS yang menunggak, tutup Wahidah.

Sumber :Jarrakpos Official
Laporan : miro
Editor : kurnia

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here