Warga Ratoombu Keluhkan Air Bersih

2 min read

(Doc. JarrakposSulteng)

Poso, JarrakposSulteng.Com — Beberapa Warga desa Ratoombu Kec.Lage, Kabupaten Poso Sulawesi Tengah, mengeluhkan suplai air bersih yang tidak kebagian seperti biasanya. Beberapa ibu-ibu di blok G mengeluhkan akibat tidak mengalirnya suplai air bersih yang ada didesa Ratoombu.

“Sudah hampir sepekan air tidak mengalir. Katanya ada pipa yang pecah akibat pekerjaan pembukaan jalan usaha tani Yang dikerjakan melalui dana desa tahun 2020,” kata sumber jarrakpossulteng. Pada (27-09-2020) dilokasi proyek kantong produksi.

Menurut warga Ratoombu yang dikonfirmasi, optrator alat berat Excavator yangg bekerja itu sudah beberapa kali diingatkan hati-hati untuk bekerja karena ada pipa air minum. Namun kata warga, operatornya tidak mengindahkan peringatan tersebut. Tetap saja mengusur dan menumbangkan pohon tea, yang ada pipa dekat pohon tersebut. Kata warga sambil menunjukan pohon tea dan pipa yang pecah didesa Ratoombu.

(Doc. JarrakposSulteng)

Sementara’ itu, Kepala Desa Ratoombu Rahmani Pakuli, yangg dikonfirmasi dikediamannya diratoombu, tidak berada ditempat. Menurut warga sumber jarrakpossulteng, “Kades Ratoombu sejak Jumat malam lagi turun, dimaliwuko. Rumah pribadi beliau kebetulan dimaliwuko. Kemungkinan Senin, baru naik Pak,” ujar Warga diratoombu.

Dari hasil penelusuran dan informasi yang dihimpun Pekerjaan Proyek Jalan Kantong Produksi, dari Dana Desa Ratoombu Dengan Bandrol Rp. 202.440.000, dikerjakan oleh Kontraktor Inisial BS, domisili Dikotaposo.

Kontraktor BS, yang dikonfirmasi membenarkan bahwa pekerjaan itu Dikerjakannya.

” Iya..benar saya yang kerjakan,” kata BS Pada Senin (28-09-2020) dikota, Poso.

Foto : Contraktor Pelaksan Proyek (Doc. JarrakposSulteng)

Masih menurut BS, “Proyek pekerjaan kekantong produksi itu, ada dua titik dengan anggaran totalnya kurang lebih Rp. 400-an jutaan. Kurang lebih 2000 meter lebih,” tuturnya kepada Media ini.

“Itupun klu dihitung hitung, untungnya tidak seberapa. Untuk penggunaan BBM solar alat berat excavator saja perbulan sudah Rp. 70-an juta. Setiap harinya 8 jeregen solar yang digunakan habis terpakai di Exa dan truck yang mengangkut material, Kata BS, itupun untuk mendapatkan BBM solar sangat sulit. Dengan harga subsidi,” kata BS.

 

Penulis : mardison

Editor : lle

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *