Tiga Orang Pengusaha Beras Asal Sulteng Ditipu Ratusan Juta Oleh Oknum Polisi

2 min read

Foto : Ilustrasi penipuan.(Doc. Net)

Sulteng, JarrakposSulteng — Penipuan Berkedok seorang oknum Polisi (Kompol) yang bertugas di Polda Gorontalo yang berinisial B diduga melakukan penipuan kepada tiga orang pengusaha beras asal Sulteng.

Nyoman Arta, pengusaha beras yang menjadi salah satu korban penipuan tersebut mengaku kepada jarrakpossulteng.com bahwasanya kejadian tersebut berawal atas pesanan beras dari oknum Polisi inisial B kepada dirinya sebanyak 10 ton untuk diantarkan ke Gorontalo dengan kesepakatan harga.

Foto : Surat Tanda Penerimaan Laporan (Doc. Jarrakpossulteng)

Ketika muatan beras 10 ton sampai di Gorontalo, tepatnya di gudang milik Kompol B, dan langsung diambil oleh Kompol B melalui orang suruannya menggunakan mobil pickup untuk memuat beras.

Setelah selesai dimuat beras tersebut, sopir truk yang membawa beras langsung menanyakan kepada Kompol B terkait pembayaran tunai harga beras. Ternyata jawaban Kompol B hanya mengulur waktu untuk pencairannya.

Foto : Surat Tanda Penerimaan Laporan (Doc. Jarrakpossulteng)

Setelah tiba ke esokan harinya, ternyata Kompol B mengalabui sang sopir truk dengan mengucap, pembayarannya nanti besok lagi. Sedangkan sang sopir menjadi bingung dan langsung melapor kepada bos pengusaha beras di Sulteng.

Berdasarkan informasi, ternyata modus dugaan penipuan ini sudah dilakukan oleh oknum kepada korban-korban yang lainnya di Sulawesi Tengah, seperti pengusaha beras bernama Ketut Paramarta panggilan Ketut Sasih dan Nyoman Regen yang ketiga pengusaha beras ber-KTP Parigi Moutong.

Foto : Surat Tanda Penerimaan Laporan (Doc. Jarrakpossulteng)

Karena janji pelunasan uang beras sebanyak 30 ton bernilai ratusan juta dari tiga pengusaha beras asal Sulawesi Tengah tidak kunjung direalisasikan, akhirnya ketiga pengusaha beras ini memberanikan diri melapor oknum Kompol B ke Propam Polda Gorontalo melalui ketiga sopir truk tanggal 11 September 2020.

Sementara itu ketiga pengusaha beras tersebut berharap agar oknum pelaku penipuan pembelian beras dapat diperiksa sesuai hukum yang berlaku di Indonesia saat ini, dan kepada Kapolda Gorontalo meminta untuk serius menyikapi permasalahan ini karena yang bersangkutan adalah pejabat Pamen di Polda Gorontalo.

 

Editor : Lle

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *