Siapa Sangka pelatih kopasus Pertama Adalah Tentara Belanda

3 min read

Jarrrakpossulawesi.com | Mochamad Idjon Djanbi atau nama asli Belandanya  adalah  Rokus Bernardus Visser, Mantan  pelatih tentara terjun payung Belanda  ini siapa sangka dulunya adalah Pelatih Pertama tentara  KOPASUS yang dikenal sebagai tentara tangguh segala medan yang beroperasi senyap, Lahir di Bioskop, Belanda 13 mei 1914. Lahir dari keluarga petani bunga tulip yang sukses, dahulu visser setelah lulus kuliah visser sempat berjualan bola lampu dengan ayah nya di London, Dan saat itu sedang terjadi perang dunia ke2 dan visser tidak bisa pulang ke belanda karena dikuasai oleh Jerman, Sehingga visser pun mendaftarkan diri menjadi tentara belanda.

Saat itu visser mengungsi ke  Britania membentuk kekuatan disana dan disana ia ditugaskan menjadi  sopir  Ratu Wilhelmina namun setelah setahun kemudian ia mengundurkan diri dan mendaftar menjadi operator Radio. Pada september 1944 visser melakukan pertempuran pertamanya  bersama sekutunya  (operasi Market Garden) dimana visser berada  dalam divisi lintas udara  82 amerika serikat. Karena ia dianggap berprestasi maka ia disekolah  di sekolah perwira  sebelum dikirim ke asia. Dan saat itu  mundurnya jepang  di indonesia akibat kekalahan PD2 membuat Belanda ingin menguasai Indonesia kembali, namun  karena keadaan belanda pada saat itu sedang kacau sehingga tidak bisa mengirimkan pasukan ke Indonesia.

Maka membentuk  sekolah pasukan terjun payung (school voor opleiding van parachutisten) di Indonesia  tepat nya di jakarta maka visser dikirim kesana bersama pasukan nya. Ternyata visser lebih suka  hidup di asia  dan mengajak  istrinya dengan ke 4 anak nya untuk tinggal di  ndonesia, namun istrinya menolak dan visser memilih untuk menceraikan nya. Saat itu sekolah nya dipindah ke cimahi dan visser naik pangkat menjadi kapten.. ia terus melahirkan penerjun payung yang berbakat lewat sekolah terjun payung nya (1947-1949). Sampai saat nya Belanda harus menyerahkan kekuasaan nya ke Republik Indonesia, namun  karena ia sudah merasa nyaman dengan gaya hidup orang Indonesia maka ia lebih memilih untuk tinggal dan menetap di Indonesia dan menjadi warga sipil, menikah dengan wanita sunda dan masuk islam berubah nama menjadi   Mochamad Idjon Djanbi tinggal di bandung dan  bekerja  sebagai petani bunga thulip di pacet,lembang.

Pada  16 april 1952 di jawa barat ada gangguan  dari gerombolan  Darul Islam/Tentara islam indonesia yang bergerilya dan menakutkan, maka panglima sliwangi  ketika itu Kolonel  Alexander  Evert  Berusaha mendirikan pasukan khusus. Berdasarkan  prestasi dalam pasukan komando kolonel alexander (ae) melirik visser untuk melatih para calon pasukan tentara khusus yang pada saat itu dinamakan kesko tt, permintaan nya tersebut disambut visser dengan ia dan ia memulai karir nya  di tni berpangkat Mayor, ketika pada tahun itu bukan lah perkara yang mudah dengan minim nya sdm,dana dan peralatan ia melatih  mental  dan calon pasukan khusus yang handal dengan cucuran keringat dan darah. setelah beberapa  lama melatih idjon njanbi melatih ia berhasil malehirkan  44 siswa dari 80 siswa lulus. Namun pada saat itu  yang digambarkan ddalam buku inside indonesia’s special forces  yang ditulis oleh ken Conboy. banyak yang tidak menyukainya  dan menganggap ia adalah mata-mata Belanda, beberapa pemimpin militer berusaha menggantiunya namun belum ada yang bisa menggantinya.

Dan tgl 25 juli 1955  KKAD berganti nama menjadi   resiman para  komando angkatan darat  atau RKAPD, dan setahun kemudian kekuatan RKAPD meningkat dan menerima siswa sebanyak 126 siswa, dan disaat itulah senior RPKAD mengusul agar komandan diganti dengan orang asli indonesia. Dan akhirnya djon ditarik oleh kolonel Sukanda Bratamenggala  dan ia dipindahkan menjadi staf inspektorat infanteri, dan posisi nya diganti oleh wakil nya  Mayor RE Djaelani.

Dia merasa tersinggung walaupun ia ditawari di posisi yang lebih dari pelatih komando,  Dirinya merasa disingkirkan. Akhirnya dirinya tidak  betah dan memilih keluar dari kesatuan nya yang ia cintai dan ia bangun dengan susah payah padahal ia dulu tentara belanda dan lebih memilih keluar dan  bersimpati pada tentara indonesia .Akhirnya ia lebih memilih menjadi petani bunga di lembang.
tahun 1969 bersama hari ulang tahunnya, ia diberikan kenaikan pangkat menjadi Letnan Kolonel. Dan akhirnya beliau wafat  pada tgl 1 April  1977 pada usia  62 tahun dan makamkan di tpu pracimalaya,kuncen Yogyakarta.

sumber: Wikipedia Indonesia

Editor: GR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *