Sanusi Rahaningmas, Anggota DPD RI Asal Provinsi Papua Barat Sangat Menyanyangkan Sikap Pemerintah Dalam Masuknya TKA Asal China.

2 min read

Jarrakpossulawesi.com | Ditengah menyebar nya wabah virus Corona yang sudah merebak di Indonesia dimana Anggota DPD RI asal Papua Barat Sanusi Rahaningmas menanggapi mengenai TKA Asal China mengatakan “Kita ingin tau, ada apa dan maksud apa 500 orang tenaga kerja asing asal Cina masuk ke Sulawesi Tenggara itu, sedangkan rakyat kita masih mengalami musibah krisis kesehatan”. Sanusi Rahaningmas, Anggota DPD RI Asal Provinsi Papua Barat, Kendati dimana Bangsa Indonesia dalam berjuang melawat Covid 19 yang sudah menelan korban ratusan jiwa dipertaruhkan nyawa para Dokter dan medis di Indonesia serta mengeluarkan bebagai aturan dan larangan agar masyarakat tidak boleh mudik, tidak boleh keluar rumah bahkan untuk beribadah secara berjamaah di tempat ibadah pun tidak diperbolehkan. Bahkan di beberapa daerah juga melaksanakan karantina mandiri dan mengeluarkan aturan keluar rumah pada jam tertentu.
Sanusi Rahaningmas seperti dikutip kepada mediatimor.com dalam percakapan WhatApnya pada Jumat (01/05) menjelaskan, semua yang dilakakukan pemerintah semata mata adalah untuk memutuskan mata rantai dari pada Covid 19 tersebut karena pemerintah sayang sama rakyatnya, ataukah hanya sebuah sandiawara saja.
Dimana dalam kondisi ini semua aturan ditegahkan sampai pada ancaman kepada kepala-kepala daerah yang coba-coba bermain atau menyalagungakan anggran untuk penangan Covid 19 akan dipenjara seumur hidup, tapi dibalik itu pemerintah Indonesia memperbolehkan 500 orang tenaga kerja asing TKA Asal Cina masuk ke Sulawesi Tenggara adalah satu bentuk penghiatan dan pelecehan terhadap sebuah komitmen pemerintah yang sedang gencar-gencarnya melawan Covid 19 dengan mengganggarkan dana ratutasan Trilliun.
Hal ini menjadi sebuah peetanyaan besar yang harus dijawab oleh pemerintah pusat melalui Presiden Joko Widodo. Sebenarnya ada apa dibalik Negara dalam menghadapi Covis 19 ini. Sehingga banyak hal yang sepertinya entah sengaja atau tidak dilakukan demi kepentingan pejabat-pejabat tertentu diantaranya adalah menganggarkan 5.6 Triliun untuk kartu prakerja yang hanya habis untuk kegiatan pelatihan yang dikelolah oleh oknum-oknum pejabat di Istana yang menuai berbagai kritikan dan sorotan dari berbagai kalangan di Indonesia yang sangat Prihatin dengan kondisi ekonomi bangsa sekarang ini.
Tambah Sanusi Rahaningmas Anggota DPD RI Dapil Papua Barat itu, satu masalah belum selesai tiba-tiba muncul lagi keinginan untuk mendatangkan 500 orang TKA Asal Cina yang nota bene adalah Negara yang pertama kalinya di serang Cobid 19. Ini ada apa sebenarnya, begitu menurut Anggota DPD RI yang sering disapa MSR juga mantan anggota DPR PB 3 Pride ini.
Dengan melihat situasi bangsa saat ini, menurutnya, apakaha hal tersebut juga di ketahui Presiden atau tidak, maka Sanusi juga meminta pertanggungjawaban Menteri Tenaga Kerja dan Transimigrasi agar masyarakat Indonesia tau bahwa meskipun mereka dilarang keluar rumah, dilarang mudik alias pulkam tapi pemerintah bisa perbolehkan TKA Asal Cina sebanyak 500 orang untuk datang ke Indonesia khususnuya sulawesi Tenggara dalam rangka apa sebenarnya sehingga kelak tidak ada dusta diantara Pemerintah dan Rakyat Indonesia.
Editor: GR
Sumber: mediatamor.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *