Permohonan Amnesti Umum Kepada Presiden RI Di Situasi Negara Emergency Virus Corona Oleh prof. OC. Kaligis

3 min read

Jarrakpossulawesi.com – Semakin luasnya penyebaran virus Covid-19 atau virus corona di penjuru dunia memaksa sejumlah negara menerapkan lockdown dan Diseluruh belahan dunia Mulai Dari Iran, Afganistan, Sudan ,Negara Eropah barat, Amerika, Venezuala, Pemerintahannya dengan alasan kemanusiaan membebaskan para tahanan. Pembebasan para tahanan tersebut baik yang katagori pidana Ringan, menjelang bebas dan dalam kategori tahanan lansia yaitu berumur 55 tahun keatas yang mana mempunyai stimulan rentan terhadap virus Corona yang mana dipandang dari segi UU Kesehatan WHO dan dari Segi Kemanusiaan.

Meningkatnya jumlah kasus positif corona dan korban meninggal dunia di negara Indonesia yang mencapai 8% menimbulkan kepanikan warga Indonesia, termasuk para tahanan Kebijakan social distancing mulai diberlakukan wajib diseluruh daerah Di Indonesia baik di tingkat propinsi, kabupaten, Kota, kecamatan bahkan di tingkat pedesaan dan berapa daerahpun bahkan memberlakukan Lockdown sebelum di instruksi dari pemerintah pusat seperti Kota Tegal yang menutup Jalan utama dengan pagar beton supaya akses keluar masuk warga dibatasi, bahkan pemerintah juga memberlakukan untuk warga tetap diam dirumah work home/ kerja dari rumah bagi karyawannya dengan harapan dapat memutus rantai penyebaran corona.

Terkait hal ini, advokat senior yang juga warga binaan Lapas Sukamiskin, Bandung OC Kaligis pun angkat bicara. Seperti yang sudah-sudah, ia kembali menuangkan buah pikirannya melalui sebuah surat kepada Presiden RI Joko Widodo Mengenai pembebasan tahanan dengan alasan keamanan, hak kemanusiaan.

Berikut surat lengkap seperti yang diterima redaksi Jarrakpossulawesi.com

Sukamiskin. Sabtu 29 Maret 2020

Kepada yang saya hormati Bapak Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. Joko Widodo.
Jalan Medan Merdeka Utara nomor 3 Jakarta.

Dengan segala Hormat.


Perkenankanlah saya O.C.KaIigis, umur 78 tahun, terlebih dahulu menyampaikan bela sungkawa atas berpulangnya ibunda tercinta ibu Sujiatmi Notomihardjo. Sebagai seorang Katolik Dan sesuai Dengan Keyakinan saya, saya turut mendoakan semoga beliau beristirahat di Surga Dalam penuh kedamaian (Requiscat in Pace).

Kami semua warga binaan Sukamiskin, panik mengikuti korban korban wabah corona yang Setiap hari menimpa dunia termasuk Indonesia.

Kami dapat membayangkan Betapa rumitnya pemikiran Dan tindakan tindakan Bapak yang segera akan Bapak lakukan demi melindungi bangsa Indonesia yang lagi ditimpa wabah yang sangat mengerikan itu. Belum lagi akibat Wabah tersebut berekonomian Indonesia juga kena dampaknya.

Diseluruh belahan dunia Mulai Dari Iran, Afganistan, Sudan ,Negara Eropah barat, Amerika, Venezuala, Pemerintahannya dengan alasan kemanusiaan membebaskan para tahanan.

Di Indonesia Kami para warga Sukamiskin Mulai dari para ex Menteri, para Gubernur, Bupati, Walikota, Carnat, Kepala desa, ex Pemimpin Partai Politik,anggota Dewan, Para Pengusaha warga binaan, pada hari ini menyampaikan Permohonan Petisi amnesti umum kepada Bapak. Salah satu Dasar permohonan Petisi tersebut adalah alasan peri kemanusiaan sesuai falsafah Panca Sila yang kita anut.

Sebagai Negara Hukum, Indonesia juga berdasarkan Undang Undang Nomor 12/2005 telah mengratifikasi Kovenan International atas Hak Sipil Dan Politik. (International Covenant on Civil and Political Right).

Salah satu Pasal yang sangat mendasar untuk pembebasan tahanan, mengikuti apa yang telah dilakukan oleh Pemimpin pemimpin Negara di dunia yang telah membebaskan tahanan adalah Pasal 4 ICCPR. Peal 4.:

“Menetapkan bahwa Dalam keadaan darurat yang mengancam kehidupan bangsa dan keadaan itu diumumkan secara resmi, Negara pihak dapat mengambil tindakan yang menyimpang dari kewajibannya menurut konvensi ini sejauh hal itu mutlak di perlukan oleh kebutuhan situasi darurat tersebut dengan ketentuan bahwa tindakan itu tidak mengakibatkan disktriminasi yang semata mata didasarkan pada ras, warns kulit, jenis kelamin bahasa, agama atau asal-usul social.” Ketentuan ini sesuai dengan falsafah bangsa Indonesia yang menjunjung Tinggi azas Peri Kemanusiaan Dan persamaan perlakuan didepan Hukum.

Semoga ditengah kesibukan Bapak, Pak Presiden berdasarkan hak prerogatif, Bapak dapat mempertimbangkan Petisi warga binaan sukamiskin, yang sekali gus mewakili seluruh para tahanan di Indonesia.
Atas perhatian Bapak Presiden, saya serta sekaligus mewakili semua rekan rekan warga binaan, mengucapkan banyak teri kasih.

Horma saya

Prof. Otto Cornelis Kaligis

Editor: GR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *