Pemkab Buol Diminta Ikut Tangani Persoalan Banjir Di Desa Nandu

2 min read

Foto : Banjir Di Desa Nandu (Doc. Jarrakpossulteng)

Buol, JarrakposSulteng.Com — Desa Nandu Kecamatan Gadung, Kabupaten Buol, Sulteng, salah satu wilayah  yang menjadi langganan banjir saat musim penghujan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) pun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), diminta turun tangan dan mencarikan solusi agar banjir bisa teratasi diwilayah tersebut. Salah satunya dengan membangun talud sepanjang 150 meter, atau dilakukan pengerukan/penggalian sungai sepanjang 150 meter.

Permintaan penanganan soal banjir itu disampaikan Kades Nandu Ismail Moragam, kepada wartawan Jarrakpossulawesi.com, pekan lalu di Desa Nandu Kecamatan Gadung.

“Perlu kami sampaikan kepada bapak Bupati Buol Cq. Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Buol, kembali bencana alam terjadi di Desa Nandu, yakni banjir yang terjadi pada hari Kamis tanggal 09 Juli 2020,”ungkapnya.

Ia menerangkan, penyebab banjir yang terjadi di Desa Nandu disetiap musim penghujan dikarenakan meluapnya air sungai yang sudah rendah/tertimbun akibat longsor sejak tahun 2005.

(Doc. Jarrakpossulteng.com)

“Banjir tersebut sampai masuk kepemukiman masyarakat karena meluapnya air sungai Nandu yang sudah rendah/tertimbun, dan ini jika tidak tangani oleh pemerintah Kabupaten akan seperti ini terus kejadianya. Dan banyak dampak buruk yang dirasakan oleh masyrakatat Desa Nandu,”jelasnya.

Lanjut Kades Nandu, dampak yang dirasakan warga saat banjir diantaranya, fasilitas umum dan lahan persawahan warga ikut terendam banjir hingga menghampiri satu meter ketinggian air dari permukaan.

“Adapun dampak atau akibat dari banjir tersebut diantaranya, Gedung/Kantor BP3K Kecamatan Gadung yang ada di Desa Nandu, air berada diatas lantai kurang lebih 50 cm, sampai merusak pagar bangunan tersebut dan halamanya tertimbun lumpur. Kemudian Lahan sawa masyarakat seluas 9 Ha, yang baru ditanam mengalami kerusakan akibat dibawah banjir,”bebernya.

Selain itu dampak lainnya lanjut Ismail, Jalan trans Sulawesi kurang lebih 100 meter terganggu akibat air diatas permukaan jalan kurang lebih 70 cm, serta Rumah masyarakat sekitar 30 Kepala Keluarga, tergenang air kurang lebih 30 cm dari lantai rumah.

Foto : Jalan trans Sulawesi (Doc. Jarrakpossulteng.com)

Dirinya menambahkan, dengan adanya musibah banjir disetiap musim penghujan, Pemerintah Desa Nandu meminta kepada Pemkab Buol, agar dibuatkan talud sepanjang 150 meter, atau didatangkan alat berat untuk pengerukan/penggalian sungai sepanjang 150 meter agar sungai tidak meluap lagi.

“Kami meminta kepada bapak Bupati Buol, Cq. Dinas PUPR Kabupaten Buol, agar memasukan dalam anggaran perubahan TA. 2020,”tutupnya.

 

Wartawan : Firman Taid

Editor : lle

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *