Operasi Tangkap Tangan (OTT) Hakim PN Jakarta Selatan, 45.000 Dollar Singapura Diamankan

2 min read

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan digerebek KPK. (Doc Net)

JAKARTA – JARRAKPOSSULAWESI.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini tim komisi antirasuah menangkap Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Ketua KPK Agus Rahardjo membenarkan OTT itu. Agus menyebut ada sekitar 6 orang yang ditangkap. Dari 6 orang tersebut, terdapat hakim, pegawai di PN dan Advokat.

“Benar ada giat tadi malam sampai dini hari, di Jakarta. Sudah diamankan enam orang,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo saat dikonfirmasi Rakyat Merdeka, Rabu (28/11). Agus mengatakan OTT terhadap enam orang itu, terkait penanganan perkara perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. ”

Terkait dengan penanganan perkara perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan,” ungkapnya. Agus menyatakan, KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status dari pihak-pihak yang diamankan tersebut. Saat ini para pihak yang diamankan telah berada di Gedung KPK, untuk menjalani pemeriksaan awal.

Sementara Juru Bicara (Jubir) KPK Febri Diansyah menambahkan, ada sejumlah uang dalam bentuk dolar Singapura yang juga turut dibawa sebagai barang bukti dalam perkara ini. “Uang yang diamankan sekitar 45 ribu dolar Singapura,” bebernya.

Sementara, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan belum mengetahui soal OTT itu. PN Jaksel juga belum menerima pemberitahuan dari KPK, terkait hakimnya yang ditangkap. “Sampai saat ini, kami belum tahu, apakah dari Jaksel atau tidak. Kami hanya lihat berita di TV, sehingga pimpinan barusan akan rapat untuk mencari tahu. Jadi, belum tahu informasi juga,” kata Kepala Bagian Humas PN Jaksel Ahmad Guntur, Rabu (28/11).

Guntur pun menyebut, pihaknya akan menunggu informasi dari KPK terlebih dahulu. Ia menegaskan, PN Jaksel belum mengetahui secara rinci. “Karena berita simpang siur. Ada yang bilang Timur, ada yang bilang Selatan. Dari kami itu saja ya,” ujarnya.

Dari informasi yang diterima Guntur, memang hakim yang hari ini tidak hadir di kantor. “Ada beberapa hakim yang sampai saat ini belum masuk. Ini belum ada informasinya, apakah sakit atau apa. Pak Ketua juga tidak tahu. Belum ada informasi,” bebernya. Ada jyga panitera yang tidak hadir. Alasannya sakit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *