NAPI NARKOTIKA LAPAS AMPANA, DIBEKUK TIM SATRESNARKOBA POLRES TOUNA

2 min read

(Doc. JarrakposSulteng)

JarrakposSulteng.Com — Tim Satuan Narkoba Polres Tojo Una-Una berhasil meringkus salah satu tahanan Narkotika jenis sabu, di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Ampana.

Tersangka yang diamankan itu, pria berinisial R, (25), diketahui warga Kelurahan Kamonji Palu Barat, Provinsi Sulawesi Tengah.

“Pelaku merupakan Narapidana Narkotika jenis Sabu, pindahan Lapas Kelas II Palu,”Ungkap Kapolres Touna AKBP Alfred Ramses Sianipar, SIK, MH bersama KBO Satnarkoba Polres Touna Iptu Armansyah didampingi Kabag Humas Polres Touna Iptu Triyanto dalam konferensi pers diruang rupatama polres setempat, Kamis 15 Oktober 2020, sekira pukul 10.00, Wita.

Kapolres menerangkan, bahwa pengerebekan itu dipenginapan Carissa, Jln Sultan Hasanuddin, Kelurahan Ampana, saat itu pelaku bersama seorang petugas Lapas Ampana berinisial (F).

(Doc. JarrakposSulteng)

Menurutnya, keterlibatan seorang petugas Lapas inisial (F) saat penangkapan hanya semata-mata mengawal pelaku (R) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ampana, karena pelaku dalam keadaan sakit.

“Namun, saat dalam perjalanan pelaku (R), meminta kepada petugas (F) untuk mampir sebentar di penginapan Carissa dengan alasan untuk menemui sahabat,” ujar Kapolres.

“Setelah dilakukan penyelidikan lebih dalam oleh penyidik polres kepada petugas lapas, inisial (F) tidak terlibat dengan pelaku(R),” Sambungnya.

Untuk diketahui, dari kasus tersebut, tim Satuan Narkoba Polres Touna berhasil mengamankan dari tangan pelaku yaitu 3 (tiga) paket serbuk kristal yang diduga Narkotika jenis sabu dengan berat (18,49) gram satu bungkus rokok Gudang Garam Suryap ,1 (Satu) buah dompet warna Merah, uang tunai berjumlah Rp. 4. 420.000,1(Satu) dan buah Handphone merek OPPO warna Hijau.

(Doc. JarrakposSulteng)

“Adapun pasal yang dipersangkakan kepada pelaku (R) adalah pasal 114 Ayat(2),” kata calon Wadansat Brimob Polda Sultra itu.

“Dalam perbuatan menawarkan untuk dijual atau menjual, membeli, menjadi perantara, dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan 1 sebagaimana dimaksud dalam tanaman beratnya melebihi 1 kilo gram atau melebihi 5 kilo gram pelaku akan dipidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 tahun (dua puluh tahun) dan denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat 1(satu) ditambah (1/3),” pungkasnya. (BUDI)

 

 

Pewarta : Mardison

Editor : Lle

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *