Mantan Ketua DPD Gerindra Sultra Benarkan Pernyataan Iskandar Kasim Soal Haerul Saleh

2 min read

Jarrakpossulawesi.com | Usai berpulangnya Imran, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Tenggara (Sultra) dari Partai Gerindra, hingga kini parta belum menunjuk penggantinya.

Mantan Anggota DPR RI periode 2014-2019 lalu, Haerul Saleh yang digadang-gadang sebagai calon pengganti antar waktu (PAW) bagi Imran.

Namun genderang penolakan terjadi terhadap rencana Haerul Saleh untuk menggantikan Imran, baik itu dari internal maupun eksternal partai.

Komentar datang salah satunya dari mantan Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Gerindra Sultra Anton Timbang.

Anton Timbang menegaskan Haerul Saleh tidak layak menjadi calon PAW almarhum Imran. Meski saat ini menurut dia, belum layak mengomentari masalah ini karena masih dalam suasana berduka.

Namun dia hanya membenarkan apa yang disampaikan Sekretaris DPD Gerindra dimasanya menjabat.

“Apa yang dikatakan Iskandar Kasim itu benar, Haerul Saleh tidak layak menjadi calon PAW dan menggantikan Imran. Selama saya menjadi Ketua DPD, dia tidak pernah berkontribusi dan memperhatikan partai,” tegas Anton Timbang saat ditemui pada Jumat (10/4/2020).

Tak hanya itu, Anton menilai, Haerul Saleh juga telah melakukan pembangkangan terhadap partai seperti saat Pemilihan Gubernur Sultra 2018. Saat itu, Gerindra saat itu mendukung pasangan Asrun-Hugua. Tapi Haerul Saleh mendukung pasangan Rusda Mahmud.

Parahnya, menurut Anton, saat Pilpres Haerul juga tidak pernah ikut mengampanyekan pasangan Calon Presiden dari Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

“Di saat-saat kampanye untuk memenangkan Prabowo-Sandi dia tidak ada. Tidak mendukung untuk pemenangan itu. Jangan berkampanye, datang ke Kantor DPD Gerindra di Kendari tidak pernah dilakukan. Dia seolah-olah menghindar. Seharusnya sebagai wakil rakyat dari Partai Gerindra, dialah yang harus memperhatikan partai,” kata Anton dengan nada kesal.

Untuk itu, Anton meminta kepada DPP Gerindra agar mempertimbangkan kembali Haerul Saleh untuk menjadi calon PAW almarhum Imran. Dia berharap, figur yang menjadi pengisi kursi di Senayan orang yang mau membesarkan partai.

“Kami berharap DPP memikirkan kembali figur menjadi PAW. Kami harap figur yang betul-betul memperhatikan partai Gerindra dan taat terhadap aturan partai dan mau membesarkan partai,” pungkas Anton.

Sementara itu, Haerul Saleh melalui stafnya mengatakan, saat ini pihaknya tidak mahu dulu untuk membicarakan soal PAW karena masih dalam suasana berduka.

Editor: GR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *