Lapor Ke Kejaksaan Negeri Sultra CW Dugaan Korupsi Di Inspektorat Daerah Konsel

2 min read

Konawe Selatan, Jarrakpossulawesi.com | Diduga adanya indikasi tindak pidana korupsi di lingkup Inspektorat Daerah Konawe Selatan (Konsel), membuat Lembaga Sultra Corruption Watch (Sultra CW) melaporkan hal itu ke Kejaksaan Negeri Konsel, pada hari Rabu (8/4/2020).

Direktur Eksekutif Lembaga Sultra CW, Yusrim, S.Sos saat ditemui usai melapor di Kejaksaan Negeri Konsel, menyebutkan bahwa ada beberapa item kegiatan atau pekerjaan yang diduga terjadi tindak pidana korupsi sehingga pihaknya melaporkan hal tersebut ke kejaksaan negeri Konsel.

“Dimana ada beberapa item pekerjaan yang diduga telah terjadi tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Kepala Inspektorat, PPK, konsultan pengawas dan kontraktor pada tahun anggaran 2017 sampai dengan tahun anggaran 2019,” jelas Yusrim.

Selanjutnya Yusrim menerangkan dan merincikan bahwa dugaan korupsi tersebut terjadi pada beberapa item. Item yang pertama pada pelaksanaan kegiatan pembangunan garasi mobil tahun anggaran 2019 yang diduga tidak sesuai dengan rencana desain pekerjaan, dengan anggaran sebesar 125 juta rupiah.

“Yang kedua yakni item pelaksanaan pembangunan rehabilitasi berat gedung kantor tahun anggaran 2019, ini diduga tidak sesuai dengan pagu anggaran yang sebesar Rp. 90 juta,” jelasnya.

Yang ketiga yaitu item pengadaan baju dinas beserta kelengkapannya tahun anggaran 2019 dengan anggaran sebesar Rp. 138 juta diduga tidak terlaksana secara keseluruhan atau hanya sebagian anggaran yang digunakan saja.

“Dimana untuk item pengadaan baju dinas, diduga tidak terlaksana secara keseluruhan, hal itu sesuai dengan hasil investigasi dan penulusuran kami terhadap beberapa ASN di lingkup Inspektorat. Sementara itu saat di klarifikasi, Kepala Inspektorat mengatakan mungkin yang belum dapat baju mereka yang belum pergi mengukur, sedangkan dilapangan pengakuan mereka beberapa ASN hanya dikasih seragam olahraga saat perayaan 17 Agustus,” kata pria berambut gondrong ini.

Sedangkan dugaan korupsi lainnya imbuh Yusrim, berdasarkan monitoring dan evaluasi di lapangan terkait kegiatan sosialisasi pencegahan korupsi di Kabupaten Konsel tahun anggaran 2017 sampai 2019 dengan jumlah anggaran sebesar Rp. 361.400.000, diduga tidak pernah terlaksana secara keseluruhan.

“Dimana Kegiatan sosialisasi pencegahan korupsi diduga tidak pernah terlaksana secara keseluruhan, dan kami sudah telusuri di dinas-dinas yang ada hanya terpasang stiker pencegahan korupsi di pintu masuk ruangan Kepala Dinas masing – masing. Olehnya itu, sesuai dengan dugaan semua ini, kami meminta kepada Kejari Konsel untuk segera menindaklanjuti dan memproses laporan ini,” pungkasnya.

Editor : GR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *