Kewaspadaan Penyebaran Covid 19 ditengah Pergerakan Masyarakat menjelang Hari Raya

2 min read

MAKASSAR, Jarrakpossulawesi.com|
Selasa (28/7/2020). Pemkot Makasar resmi memperpanjang penerapan Pembatasan Pergerakan lintas Wilayah selama satu minggu ke depan.

Hal ini sebagai bentuk respon terjadinya lonjakan penyebaran virus Covid-19 karena tingkat tingkat pergerakan warga jelang Hari Raya Iduladha yang jatuh pada Jumat (31/7/2020)

Kata Pj. Walikota Makasar Prof Rudy, pihaknya ingin menjaga proses pelaksanaan ibadah Salat Id secara aman dengan memaksimalkan penerapan protokol kesehatan.

“Jelang Idul Adha, biasanya tingkat pergerakan warga akan bertambah. Makanya kita ingin menjaga keselamatan warga kita dari paparan Covid-19 dengan tetap memperketat pergerakan antar wilayah. Pada dasarnya kita tidak melarang mudik, namun yang ingin keluar Makasar agar mempersiapkan surat keterangan bebas Covid-19, demikian pula sebaliknya. Tujuan kita tidak untuk menyulitkan warga, tapi ingin meminimalisir potensi penyebaran virus, termasuk pada saat momentum pelaksanaan shalat Id nanti,” papar Rudy saat memimpin rapat koordinasi Evaluasi penerapan Perwali Nomor 36 Tahun 2020 di Posko Covid-19 Kota Makassar, jalan Nikel, Senin (27/7/2020).

Dalam rapat evaluasi tersebut, Prof Rudy memaparkan sejumlah tren positif berdasarkan parameter dari tim epidemiologi.

“Alhamdulillah, dari laporan tim epidemiologi, angka penambahan positif Covid-19 sejak sepuluh hari terakhir selalu di bawah angka tiga digit, atau selalu di bawah angka seratus. Bahkan kemarin angkanya sisa 60 tambahan positif, sebelumnya juga 60, sempat melonjak 73, dan malah pernah hanya 35. Jika di rata-ratakan angka perharinya itu 50 orang positif sejak sepuluh hari terakhir. Demikian pula angka kecepatan peningkatan Reproduksi Efektif (Rt) Virus yang sejak beberapa hari ini berada di bawah angka satu,” sebut Prof Rudy.

“Momentum ini harus kita jaga dengan tetap memassifkan edukasi kepada masyarakat kita. Kita ingin protokol kesehatan bukan lagi sesuatu yang harus dipaksakan, tapi sudah dianggap sebagai kebutuhan, hingga menjadi kebiasaan di tengah masyarakat kita. Termasuk juga pelaksanaan Iduladha yang sebentar lagi kita rayakan bersama. Demi menjaga momentum, dan juga demi keselamatan semuanya, kita sudah rekomendasikan agar salat Id tidak dilaksanakan di lapangan terbuka agar titik kumpulnya tidak terlalu besar. Kita juga sudah minta ke seluruh camat untuk mengidentifikasi masjid-masjid yang akan menggelar Salat Id untuk dipastikan protokol kesehatannya berjalan,” sambungnya

“Kita berharap koordinasi kita lebih kuat ke bawah. Seluruh camat koordinasi dengan kapolsek dan dandramil, dan lebih banyak lagi check point-nya. Misalnya dalam sehari tiga kali patroli, kini ditambah menjadi tujuh kali patroli. Aturan harus kita pertebal. Apalagi menyambut hari raya,” tegasnya.

Editor.  : EH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *