PALU, jarrakpossulteng.com – (Rabu/18/5/2022) Ketua Dewan Pimpinan Daerah DPD Golkar Kabupaten Buol H.Abdullah Batalipu terancam lengser dari jabatannya, sebelum periodenya berakhir tahun 2025. Hal ini di akibatkan oleh ketidak percayaan sejumlah 8 (delapan) Pengurus Kecamatan (PK) yakni, PK Paleleh, PK Paleleh Barat, PK Gadung, PK Bunobogu, PK Bukal, PK Momunu, PK Tiloan, serta PK Lakea, mines PK Bokat, Biau dan Karamat.

Kedatangan sejumlah PK dan Pengurus DPD Golkar Kabupaten Buol yang di pimpin langsung oleh Sekretaris Golkar Buol, Azis Naukoko,di Kantor Sekretariat DPD Golkar Propinsi Sulawesi Tengah, di jalan Prof Moh.Yamin jalur dua Palu, sekitar pukul 15:00 sore kemarin diterima langsung oleh Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah DPD Partai Golkar Sulawesi Tengah, H. Amran Bakir Nai, SE.

Tujuan sejumlah Pengurus Kecamatan serta Pengurus DPD Golkar kabupaten Buol tersebut, menyampikan beberapa catatan penting dan harus secepatnya disikapi oleh Ketua DPD Golkar Propinsi Sulawesi Tengah, agar dijadikan bahan pertimbangan untuk memberhentikan Ketua DPD Golkar Kabupaten Buol H.Abdullah Batalipu, yang sudah tidak sejalan dengan pengurus lainya dan mendesak segera dilakukan Musda Luar Biasa(Musdalub), dan mengembalikan kepada H.Amran Batalipu, SE,MM, mantan Bupati Buol, yang masih memegang Kartu Tanda Anggota Golkar.

Foto: Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Buol Azis Naukoko, seusai memimpin pertemuan dengan DPD Golkar Sulawesi Tengah. Dok. Jarrak Pos Sulteng/Miro).

Sekretaris DPD Golkar Buol, Azis Naukoko, seusai melakukan pertemuan dengan DPD Golkar Sulteng, yang berlangsung sekitar 2 jam, kepada Media Online Jarrakpos dan Radar Sulteng mengatakan, kedatangan kami di Sekretariat DPD Golkar Sulteng, merupakan bentuk penyampaian aspirasi, yang tidak lain adalah untuk melakukan evaluasi secara internal terhadap tubuh Partai Golkar untuk menghadapi Pileg, Pilpres, Pilkada Gubernur, Bupati/Walikota tahun 2024 yang akan datang.

Terkait dengan itu menurut Azis Naukoko, yang sudah senior di Golkar, kami sadar benar bahwa menghadapi tahun politik, harus dalam kondisi yang siap, sehingga kami terpaksa melakukan gerak cepat dan berkoordinasi dengan DPD I provinsi Sulteng, dalam mempersiapkan perhelatan di 2024, ujar Azis Naukoko, dengan semangat.

Ada kurang lebih 11 pemegang hak suara yang bersama-sama kami datang, 8 PK di tambah, Kosgoro, SOKSI dan AMPG, sebut Azis. Ketika di tanya soal arahan DPD I dalam pertemuan tersebut, Azis Naukoko yang merupakan pengurus inti di Partai Golkar Buol, mengungkapkan, DPD I Partai Golkar yang juga sebagai organisasi satu tingkat di atas, akan mengkaji secara mendalam dan objektif memutuskan, apakah persoalan ini akan di bawah hingga pelaksanaan Musyawarah Daerah Luar Biasa(Musdalub) atau ada hal-hal yang lain yang akan di putuskan, kami akan menyerahkan sepenuhnya kepada DPD I Partai Golkar Sulteng, tutur Azis.

Baca Juga :  Bagikan Baksos Bareng Mahasiswa Dan Pemuda, Kapolri: Teruslah Berkontribusi Terbaik Untuk Bangsa
Foto: Para Pengurus DPD Patai Golkar Kabupaten Buol, usai menemui DPD Golkar Sulteng di jalan Prof Muh.Yamin jalur dua Palu. (Dok. Jarrak Pos Sulteng/Miro).

Lebih jauh Azis Naukoko mengatakan bahwa, sikap teman- teman melakukan hal ini bertujuan untuk memperbaiki kondisi internal Partai berlambang beringin Kabupaten Buol, sudah tidak sehat lagi di bawah kepemimpinan H.Abdullah Batalipu, sebagai Ketua DPD II partai Golkar Kabupaten Buol, sehingga sebagian besar teman-teman pengurus mengganggap hal ini harus dilakukan secepatnya untuk melakukan perbaikan di internal kami.

Dari hasil pertemuan tersebut, DPD Golkar Kabupaten Buol, meminta kepada DPD I, untuk sesegera mungkin menyikapi persoalan ini dalam waktu yang tidak terlalu lama, pinta Azis. Azis Naukoko bersama teman- teman pengurus Golkar Kabupaten Buol, karena presfektif Golkar yang harus kita junjung tinggi. Kami juga meminta kepada pihak-pihak atau keluarga yang merasa tersinggung, kita harus berjiwa besar menerima kenyataan ini, sebab Torang samua ba saudara, Kito taandanio motoligutat, tutup Azis Naukoko.

Sementara itu Sekretaris DPD Partai Golkar Sulawesi Tengah, Amran Bakir Nai, SE, kepada Media Online Jarrakpos dan Radar Sulteng, seusai menerima sejumlah pengurus DPD Golkar Kabupaten Buol mengatakan, berdasarkan pandangan saya lewat perintah Ketua DPD Golkar Sulawesi Tengah, H. Arus And Karim, semua kita kembalikan ke konstitusi partai ada regulasi partai yang mengatur semua itu dan biarkanlah kita mengakomodir, merekam semua apa yang menjadi masukan, dan seperti apa keputusan yang akan di ambil oleh DPD Golkar Sulawesi Tengah.

Sebab saya juga selaku Sekretaris DPD I harus menyampaikan juga kepada Ketua, bahwa 2 hari sebelumnya ada perwakilan yang sama yang mengatasnamakan 3 Pimpinan Kecamatan(PK) yang juga didampingi pengurus Golkar Kabupaten Buol, menypaikan aspirasi bahwa tetap berada di bawah kepemimpinan Abdullah Batalipu, sebagai Ketua. Nah ini semua kita harus secara bijak mengakomodir, menelaah, untuk melahirkan sebuah keputusan yang bijak, jelas Amran Bakir Nai.

 

Penulis : Miro
Editor : Moh Reza

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here