Toli-toli jarrak pos sulteng com-Kabupaten Tolitoli telah ditetapkan oleh Pemerintah sebagai salah satu daerah yang berisiko tinggi penularan virus corona atau sebagai zona merah baru di Indonesia bersama 4 Kabupaten lain di Provinsi Sulawesi Tengah yakni Kabupaten Morowali Utara, Kabupaten Poso, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Tojo Una-Una.

Penetapan pemerintah tersebut seiring dengan lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Kabupaten Tolitoli sejak akhir Desember 2020 sampai sekarang sebagaimana dilansir pada laman covid19.go.id yang direlease hari Rabu 20 Januari 2021.

Meskipun yang berhasil sembuh dari Covid-19 beberapa waktu yang lalu telah kami umumkan, namun sampai dengan tanggal 22 Januari 2021, di Kabupaten Tolitoli masih ada sebanyak 144 (seratus empat puluh empat) orang yang terinfeksi Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium Swab Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) baik yang bergejala maupun yang hanya bergejala ringan serta tanpa gejala sama sekali.

Pasien yang bergejala dan harus menjalani perawatan intensif di ruang isolasi RSUD Mokopido Tolitoli saat ini sebanyak 37 (tiga puluh tujuh) orang atau 25,7 %, sedangkan yang hanya bergejala ringan serta tanpa gejala sehingga dapat direkomendasikan untuk menjalani isolasi mandiri sebanyak 107 (seratus tujuh) orang atau 74,3 %.

Bila dipilah berdasarkan jenis kelamin, jumlah terbanyak adalah perempuan yakni sebanyak 76 (tujuh puluh enam) orang atau 52,8 % sedangkan Laki-laki sebanyak 68 (enam puluh delapan) orang atau 47,2 %.

Penularan virus corona sudah teridentifikasi di semua Kecamatan di Kabupaten Tolitoli, namun Kecamatan Baolan adalah penyumbang gelombang penambahan kasus terbesar. Dari jumlah 144 orang yang masih terinfeksi saat ini, 120 (seratus dua puluh) orang atau 83,3 % adalah penduduk Kecamatan Baolan.

Sedangkan di wilayah lain seperti Kecamatan Galang hanya sebanyak 12 (dua belas) orang atau 8,3 %, Kecamatan Dondo 3 (tiga) orang atau 2,0 %, Dampal Selatan, Basidondo, Lampasio dan Tolitoli Utara masing-masing 2 (dua) orang atau 1,3 % serta Ogodeide 1 (satu) orang atau 0,6 %. Sedangkan wilayah yang saat ini berstatus zero Covid-19 adalah Kecamatan Dampal Utara dan Kecamatan Dako Pemean.

Tingkat aktivitas rutin warga yang tinggi dan terbilang padat serta ketidak disiplinan dalam mematuhi protokol kesehatan di wilayah Kecamatan Baolan, diduga menjadi pemicu penularan virus, sehingga terjadi lonjakan kasus yang sangat tinggi.

Virus Corona yang menyebar di Kabupaten Tolitoli saat ini khususnya di Kecamatan Baolan bukan lagi paparan virus dari luar daerah / luar Negeri atau Imported Case melainkan paparan virus di lingkungan masyarakat sendiri atau Transmisi Lokal.

Sering tanpa disadari di wilayah ini terjadi interaksi orang yang sehat dengan orang yang memiliki atau terinfeksi virus corona tapi tidak bergejala alias asimtomatis.

Dia terlihat seperti orang sehat, tidak merasa sakit atau memiliki gejala yang sangat ringan, namun bisa menyebabkan orang lain tertular atau biasa disebut Carrier Corona , dan ada juga orang yang ternyata membawa virus corona namun dia tidak mengetahui bahwa dirinya membawa virus tersebut atau yang biasa diistilahkan sebagai silent carrier corona.

Sebaran kasus terbanyak penderita Covid-19 di Kecamatan Baolan terdapat di 4 Kelurahan yakni Kelurahan Panasakan dengan jumlah 38 orang atau 31,6 % dari jumlah kasus di Kecamatan Baolan dan 26,3 % dari jumlah kasus di seluruh Kabupaten Tolitoli.

Kemudian diikuti oleh Kelurahan Tuweley dengan jumlah penderita sebanyak 29 orang atau 24,1 % (Kecamatan) dan 20,1 % (Kabupaten), selanjutnya Kelurahan Baru dengan jumlah 20 orang atau 16,6 % (Kecamatan) dan 13, 8 % (Kabupaten) serta Kelurahan Nalu dengan jumlah 18 orang atau 15,0 % (Kecamatan) dan 12,5 % (Kabupaten).

Sedangkan wilayah Kelurahan dan Desa di Kecamatan Baolan yang juga terdapat kasus yakni Kelurahan Sidoarjo dengan jumlah penderita sebanyak 9 (sembilan) orang atau 7,5 % (Kecamatan) dan 6,2 % (Kabupaten), Kelurahan Tambun dan Desa Buntuna masing-masing berjumlah 2 (dua) orang atau 1,6 % (Kecamatan) dan 1,3 % (Kabupaten).

Sementara Desa Dadakitan dan Desa Pangi masing-masing hanya 1 (satu) orang atau 0,8 % (Kecamatan) dan 0,6 % (Kabupaten), sedangkan Desa Lelean Nono masih berstatus zero Covid-19.

Kelihatannya hingga saat ini, hal yang masih sulit dilakukan oleh masyarakat kita khususnya di wilayah Kota (Kecamatan Baolan) adalah menjaga jarak, menghindari kerumunan dan memakai masker, meskipun sudah rutin dilakukan operasi Yustisi dan penindakan oleh Petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tolitoli bersama jajaran Polri dan TNI yang ada di daerah ini serta diback up oleh Pemerintah Kecamatan bersama Polsek dan Koramil Kecamatan Baolan.

Sebagai warga masyarakat, kita semua harus menyadari bahwa Virus corona yang penyebarannya tidak bisa diprediksi dan susah dikendalikan ini bisa menginfeksi orang tanpa membuatnya sakit dan orang itu kemudian menyebarkannya ke orang lain yang mungkin lebih rentan, sehingga akan menderita sakit parah atau bahkan meninggal dunia.

Setiap wilayah di daerah kita ini yang telah memiliki penderita atau pasien Covid-19 menjadi wilayah yang tidak lagi aman. Di masa pandemi ini, tidak ada sejengkal tanah pun khususnya di wilayah Kecamatan Baolan yang aman dari wabah virus corona.

Oleh karena itu, harus selalu waspada, tidak boleh lengah. Upaya menegakkan protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan adalah hal yang wajib untuk dipatuhi dengan siapa saja, kapan saja dan di mana saja.

 

Laporan : biro toli-toli
Editor : kurnia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here