Jokowi Larang ASN, TNI/Polri dan Pegawai BUMN Mudik

1 min read

Jakarta, Jarrakpossulawesi.com | Jelang puasa dan lebaran banyak masyarakat yang melakukan tradisi mudik. Larangan tersebut hanya berlaku pada aparatur sipil negara (ASN), TNI, dan Polri untuk mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Presiden Jokowi mengatakan untuk masyarakat umum hanya imbauan. Namun, Jokowi mengatakan akan terus melakukan evaluasi melihat’ perkembangan wabah Corona apakah mengalami perubahan dan penurunan

“Kebijakan mudik yang pertama hari ini sudah kita putuskan bahwa untuk ASN, TNI dan Polri serta pegawai BUMN dilarang mudik. Kemduian untuk masyarakat kita akan melihat lebih detail di lapangan, akan mengkalkulasi dari hal-hal yang ada di lapangan,” kata Jokowi kepada wartawan, Kamis (9/4/2020).

Jokowi mengakui ada dua kelompok masyarakat yang mudik. Kelompok pertama terpakasa mudik karena tidak ada penghasilan, sementara yang kedua karena kebiasaan dan tradisi.

“Pembatasan mudik dan kemungkinan adanya larangan mudik, akan kita putuskan setelah melalui evaluasi di pangan yang dilakukan setiap hari,” ucapnya.

Jokowi memastikan kepada warga yang tidak mudik di sekitar Jakarta, Bogor, Depok, Tangeran, dan Bekasi (Jabodetabek) akan disiapkan bantuan sosial. Bantuan berupa uang tunai senilai Rp600.000 seelam tiga bulan.

“Bagi yang tidak mudik, tadi disiapkan bantuan sosial,” pungkasnya.

Editor : GR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *