BUOL, jarrakpsosulteng.com(19/3/2022) – Gagasan untuk membangun Home Industri yang bergerak pengolahan minyak sawit cikal bakal hadir di Buol.

Dengan hadirnya industri rumahan diharapkan bisa mengatasi kelangkaan minyak goreng, khususnya di Kabupaten Buol ungkap Zainudin 08/03/2022. Zainudin seorang ASN pada lingkup Pemda Buol mengatakan bahwa ide ataupun gagasan ini dikarenakan petani sawit mandiri yang belum sepenuhnya terakses.

Dengan hadirnya industri rumahan yang sementara lagi dalam proses perizinan. Menurutnya industri rumahan harusnya menjadi perhatian khusus dari beberapa pengelola sawit mentah menjadi minyak olahan siap konsumsi lokal, yang kini akan mulai ditunggu proses perizinannya hingga benar-benar beroprasi.

“Saat ini hasil dari perkebunan kelapa sawit belum diolah secara maksimal. Oleh karena itu kami akan membangun pabrik kelapa sawit di Kabupaten Buol untuk mengolah minyak kelapa sawit dalam bentuk minyak goreng juga, hasil olahannya menjadi bahan baku untuk pembuatan minyak alkohol, sabun, shampoo, lilin, dan industri kosmetik lainnya.”

Lanjut dikatakannya bahwa fungsi didirikannya Pabrik Kelapa Sawit dalam kapasitas rendah namun ini adalah upaya mengolah hasil produksi kebun sendiri maupun masyarakat umum untuk memperoleh minyak dengan cara yang paling efisien. Tentu Kualitas minyak dan inti yang di produksi harus mencapai kualitas komersial yang terbaik untuk meningkatkan nilai harga jual di pasaran.

“Tujuan kami dalam rangka memproduksi minyak dengan kualitas terbaik, dimana rendemen minyak kualitas dengan meminimalkan losses proses dengan capaian biaya produksi yang rendah. Akan tetapi menjaga hasil produksi dalam kondisi terbaik hingga mencapai nilai thropught yang optimal serta meminimalkan down time, akan tetapi juga menjaga lingkungan dan keharmonisan dengan masyarakat setempat dengan memaksimalkan kegunaan kapasitas olahan TBS.”

Baca Juga :  Jamin Ketersediaan Stok Di Pasar, Kapolri Harap Tak Ada Antrean Warga Terkait Minyak Goreng

Industri rumahan yang segera rampung kini mulai bergerak, pengolahan minyak sawit tidak terlepas dari syarat dan berbagai dinamika lingkungan sekitar. Apalagi dengan situasi keadaan krisis minyak sawit yang membawa perubahan strategi lokal, nasional dan global. Hal tersebut mengisyaratkan bahwa pembangunan perkebunan harus mengikuti prinsip lingkungan perkebunan yang berkelanjutan.

“Pembangunan perkebunan berkelanjutan harus mampu memecahkan masalah-masalah yang dihadapi perkebunan serta mampu menjawab tantangan-tantangan saat ini, utamanya persoalan minyak goreng lokal.” ujarnya.

Kepada media ini Zainudin mengatakan, sejalan dengan kebijakan pemerintah bahwa sekurang-kurangnya pengusaha harus memberikan 20% luas lahan kepada masyarakat sekitar atau dikenal dengan istilah kebun plasma. Industri dan perkebunan kelapa sawit mampu memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan sosial secara signifikan di Indonesia.

Kelapa sawit merupakan produksi pertanian paling sukses kedua di Indonesia setelah padi.
Saat ini Industri Kelapa Sawit Indonesia diperkirakan akan terus berkembang pesat. Hal tersebut sejalan dengan kebutuhan minyak sawit lokal serta dunia yang tumbuh pesat beberapa tahun terakhir.

Juga diharapkan Industri Sawit akan menopang sekitar 14% PDB, perkebunan Masyarakat dimana dapat menyediakan lapangan kerja bagi penduduk lokal Indonesia serta menjadi mata pencarian sekitar dua pertiga rumah tangga perdesaan.

“Industri kelapa sawit menjadi kontributor yang signifikan bagi pendapatan masyarakat pedesaan.dengan membangun industri rumahan dalam mengolah minyak sawit menjadi minyak murni dalam berbagai produk turunan dari olahan sawit tersebut.” tutupnya.

Penulis : Rudy Gonrong
Editor : Moh Reza

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here