Harga Gas Elpiji Melonjak Dir. Eksekutif LSM JARI INDONESIA Meminta Pemerintah Lalukan Operasi Pasar

1 min read

Morowali Utara, Jarrakpossulawesi.com | Harga gas melon 3 Kg menjelang pelaksanaan lockdowon total diKabupaten Morowali Utara, Jum, at besok (10-12/4/2020) harganya naik mencapai Rp.50 ribu di Kolonodale.

Hal itu dipicu kenaikan diduga kuat telah terjadi pengoplosan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk meraup keuntungan pribadi.

Seperti yang dikeluhkan sejumlah warga Kolonodale, di Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara (Morut) salah seorang ibu rumah tangga yang tidak mau disebutkan namanya, warga Kolonodale saat ditemui saat melakukan penelusuran di daerah itu.

“Bayangkan saja pak,Gas elpiji ukuran 3kg itu, sudah sangat langka.Itupun kalau didapat hanya orang tertentu saja yang menjual.Tidak ada izin, mahal lagi harganya. Coba pak harga gas bersubsidi 48 – 50 ribu rupiah pertabung,” ujar nya yang harusnya dijual 18.000 per tabung nya.

Penelusuran lanjutan, terpantau disejumlah penjual gas elpiji tersebut memang menjual dengan harga Rp.50ribu pertabung,ukuran 3kg.

Terkait permasalahan tersebut, Direktur Eksekutif LSM JARI INDONESIA, Andi Samsu Alam, saat ditemui di Kolonodale (8/4/20), menilai pemerintah kurang peka dan lamban dalam mengambil langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya lonjakan harga pasar seputar kebutuhan pokok,termasuk ketersediaan gas elpiji dengan harga standar subsidi.

“Seluruh unsur aparat terkait, kita meminta untuk segera turun tangan melakukan operasi pasar, guna menjamin kepastian ketersediaan bahan kebutuhan pokok dan Gas elpiji yang harganya menggila,” turur Andi Alam.

Andi Samsu Alam berharap agar pedagang dapat merasionalkan harga kebutuhan masyarakat dan jangan memanfaatkan momen dibalik kondisi sosial yang kian resah,apa lagi sekarang sudah akan mendekati bulan ramadhan”pungkasnya.

Editor: GR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *