Gubernur Jabar Ridwan Kamil Apresiasi Bocah yang Sumbangkan Tabungannya Untuk warga terdampak COVID-19

2 min read

Bandung, Jarrakpossulawesi.com | Bantuan masyarakat, baik perorangan, yayasan, maupun perusahaan, untuk penanggulangan COVID-19 di Jawa Barat (Jabar) terus mengalir. Hal tersebut menggambarkan soliditas kepedulian masyarakat untuk membantu sesama di tengah pandemi COVID-19 sangat tinggi. 

Gubernur Jabar Ridwan Kamil selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 menerima sejumlah bantuan, mulai dari Alat Pelindung Diri (APD), masker kain, hand sanitizer, sampai sembako. Nantinya, bantuan tersebut akan disalurkan kepada tenaga medis dan masyarakat yang membutuhkan. 

Bertempat di Gedung Pakuan Bandung pada Jumat ( 17/4/2020 ) ,  Ridwan mengatakan ” Atas nama pemerintah provinsi Jawa Barat yang secara Undang-undang ditugaskan pula menjadi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jabar kami haturkan terima kasih atas segala kebaikan ini ” ungkapnya.

Batuan berupa  seribu APD dan 10 ribu masker kain dari PT Adetex, 600 kilogram beras, 444 baju hazmat, dan 1.680 masker kain dari Kadin Jabar. Kemudian, 10 ribu baju hazmat, 50 ribu kilogram beras, seribu pelindung muka, 37.500 sarung tangan, 150 liter disinfektan, 150 liter sabun cuci tangan, dan 10 pcs sprayer dari Rumah Yatim sangat membantu untuk menanggulangi Pandemi saat ini.

Selain itu, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar menerima 2.500 liter hand sanitizer dari Victoria Care Indonesia, dan 3.000 masker kain dari Bisnis Forum Indonesia. Anak asal Kab. Bandung, Mochammad Hafidh Al-Bukhori (9), dan Azrilia Alya Nabila (7) asal Kab. Bandung Barat, juga menyumbangkan tabungannya untuk penanggulangan COVID-19.

” Saya merasa bangga dan kagum kepada ananda Hafidh dan Azrilia yang luar biasa diusianya yang masih kecil memberanikan diri membantu pemerintah,” yang viral dimedsos ucap Kang Emil.

Menurut Kang Emil, kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan physical maupun social distancing, dan mengikuti imbauan pemerintah, amat krusial untuk mencegah penyebaran COVID-19. Ia pun melaporkan bahwa golongan masyarakat yang paling tidak rentan terpapar COVID-19 adalah anak-anak karena disiplin.

” Yang terkena positif juga kebanyakan usia lansia. Ini mengindikasikan bahwa orang lanjut usia sangat rentan terpapar Pandemi COVID-19, oleh karena itu mari kita perkuat imunitas dan jaga orang tua kita. Itulah kenapa kita tidak mudik agar orang tua kita yang paling rawan imunitasnya tidak terpapar (COVID-19) ” Pungkasnya. 

Editor: GR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *