Gaji 14 Sebagian PNS Konsel Cair Pekan Depan

3 min read

ANDOOLO, JARRAKPOSSULAWESI.COM – Terungkap gaji 14, atau Tunjangan Hari Raya (THR) Aparatur sipil Negara (ASN) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tidak cair sebelum lebaran seusai jadwal.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Konsel, DR. Sahlul menjelaskan Mengenai pemberian THR atau gaji ke 14 ASN itu Ada dua hal, yang pertama pemberian THR diberikan Kepada ASN yang bekerja di Pemerintah Pusat, kemudian TNI,Polri dan instansi Vertikal lainnya.
Yang kedua pemberian THR pada ASN yang bekerja pada pemerintah Daerah.

“Terkait untuk THR itu telah diatur oleh Pemerintah RI Nomor 24 tahun 2020. Sementara untuk THR untuk ASN pemerintah pusat TNI Polri dan vertikal itu diatur oleh Peraturan Menteri Keuangan RI nomor 49/PMK.05/2020 tentang juknis pelaksanaan pembayaran THR, sedangkan untuk THR pemerintah Daerah (Pemda) Konsel, itu diatur oleh melalui peraturan bupati (perbup) konsel Nomor 23 tahun 2020,” terang Sahlul saat menggelar konfrensi pers di kantornya pada, Kamis 28 Mei 2020.

Untuk pendanaannya, kata Sahlul untuk ASN pemerintah pusat TNI Polri dan ASN verikal dibiayai oleh APBN. Sementara untuk ASN Pemda Konsel itu dibiayai murni melalui Dana APBD yang bersumber dari DAU.

“Setelah Menkeu, Sri Mulyani mengumumkan bahwa Dana THR akan ditransfer pada hari jumat tanggal 22 Mei 2020. Maka teman-teman ASN di daerah diberpikir uang itu dikirimkan dari pusat untuk daerah. Padahal uang itu diperuntukkan untuk ASN Pemerintah Pusat, TNI, Polri dan ASN vertikal.Disini yang menjadi miskomunikasinya,” bebernya.

Terkait THR yang hanya dibayarkan sebagian instansi, lanjut Sahlul menerangkan bahwa pada bulan mei Pemkab konsel mengalami pemotongan DAU dari, 751 Miliar menjadi 672 Miliar atau dipotong kurang lebih 76 miliar. Ini disebabkan dengan adanya kebijakan Refocosing.

Sehingga DAU Pemkab Konsel, perbulan yang tadinya sebelum bulan mei yang diterima kurang lebih 58 Miliar, setelah pemotongan pada bulan Mei Pemkab Konsel hanya menerima 49 Miliar.

“49 Miliar inilah yang gunakan untuk menbayarkan gaji bulan Mei dan sisanya dibayarkan THR, jadi dalam hal ini pimpinan daerah maupun pejabat keuangan daerah. Bukan karena ada uang kemudian tidak dibayarkan. Akan tetapi DAU yang cair bulan mei tidak cukup untuk membayarkan secara bersamaan. Yakni Membiayai gaji bulan mei dan THR, itulah kenapa hanya sebagian instansi yang dibayarkan THRnya,” kata Sahlul

Tentu hal ini, sambung Sahlul tidak menyalahi dengan aturan, sebab PP nomor 24 tahun 2020
dimana dalam beleid tersebut dalam pasal 15 ayat 1 dan 2 dijelaskan bahwa THR bagi PNS diberikan paling cepat 10 hari sebelum lebaran tetapi juga opsi pencairan THR dapat dilakukan setelah lebaran apabila ada hal yang membuatnya belum dapat dibayarkan. ” Dalam Perbup juga dijelaskan seperti itu, jadi tidak ada yang melanggar aturan,” jelasnya.

Ditambahkan Sahlul, masuknya pasal tersebut dalam beleid THR PNS tersebut lebih banyak dikarenakan pertimbangan hal-hal lainnya. termaksud misalnya ketersediaan dana.

Sehingga kalau berbicara soal tata kelola keuangan, tambah Sahlul maka cash flow atau aliran kas tunai, tidak berimbang antara uang masuk dan uang keluar.

“Kita sadari teman-teman ASN sebagian belum menerima THR, akan tetapi kami minta untuk tetap bersabar, insaallah minggu depan, bulan Juni setelah dana DAU ditransfer akan diselesaikan dan juga belanja-belanja yang mendesak,” pintahnya.

Terkait kabar yang berkembang soal transferan dana THR dari Kemenkeu untuk ASN, Sahlul kembali menegaskan Dana tersebut itu ditujukan untuk ASN pemerintah Pusat TNI,Polri bukan untuk ASN pemda konsel sebab THR pemkab Konsel bersumber dari APBD.

“Kami berserta Pimpinan daerah dalam hal ini Bupati Konsel H. Surunuddin Dangga terus berupaya untuk memberikan pelayanan bagaimana untuk mengatur dengan kaidah-kaidah yang benar untuk memberikan kepuasan kepada ASN. Semua ini hanya persoalan keterlambatan, meskipun ada beberapa instansi yang didahulukan karena dianggap sebagi garda terdepan dalam percepatan penanganan covid 19,” paparnya.

Sementara, tambah Sahlul untuk THR guru memang belum dibayarkan akan tetapi pemda konsel bulan ini telah membayarkan sertifikasi guru.

“Kami akui THR teman-teman guru belum kami bayarkan, namun pemda konsel bulan ini telah membayarkan sertifikasi,akan tetapi itu bukan alasan pembenaran kami, semua itu tertunda karena keterbatasan uang. Jadi kami himbau jangan lagi ada opini yang berpikiran dana THR tersebut itu bersumber dari dana APBN,” tutupnya.

Sumber: Protokol dan Komunikasi Pimpinan/Erlin Media Kendari

Editor: GR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *