Gajah Sumatera Ditemukan Mati Dengan Kepala Hancur Dicincang dan Belalai Putus

2 min read

Jarrakpossulawesi.com | Seekor Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis) ditemukan mati dengan kondisi kepala hancur dicincang di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, Rabu (15/4/2020).

Selain bagian kepala yang hancur, belalai gajah tersebut juga putus.

“Kondisi bagian depan kepala gajah luka terbuka bekas sayatan benda tajam. Gading gajah masih dalam keadaan utuh. Namun belalai gajah sudah terpotong. Sebagian potongan belalai masih berada di sekitar bangkai gajah,,” kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Suharyono, melalui keterangan tertulis, Kamis (16/4/2020).

Gajah Sumatera ditemukan mati dengan kondisi mengenaskan. (Foto : BBKSDA Riau)

Gajah Sumatera ditemukan mati dengan kondisi mengenaskan. (Foto : BBKSDA Riau)

Menurut Suharyono, gajah yang ditemukan mati tersebut merupakan gajah tunggal yang telah terpisah dari rombongannya pada kantong Gajah Tesso Tenggara.

Mereka beberapa kali memasuki area pemukiman dan perkebunan masyarakat yang merupakan bagian dari wilayah jelajahnya.

Suharyono mengatakan, laporan kematian gajah berjenis kelamin jantan itu awalnya datang dari Babhinkamtibmas Polsek Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu.

Kemudian pihaknya langsung bergegas menerjunkan tim pendahulu ke lokasi kejadian yang berada sekitar empat kilometer sebelah utara Kantor Camat Kelayang, Indragiri Hulu.

Saat ini, petugas telah memasang garis polisi di tempat Gajah Sumatera ditemukan mati dengan kepala hancur tersebut.

Mereka juga telah menurunkan Tim Medis atau Nekropsi ke lokasi guna menyelidiki penyebab kematian.

Gajah Sumatera ditemukan mati dengan kondisi mengenaskan. (Foto : BBKSDA Riau)

Gajah Sumatera ditemukan mati dengan kondisi mengenaskan. (Foto : BBKSDA Riau)

Suharyono menambahkan, pihaknya sudah beberapa kali melakukan upaya penghalauan bersama masyarakat sejak Juni 2019 hingga April 2020.

Namun, upaya ini mengalami kendala. Hal itu disebabkan masih ada beberapa desa yang kurang kooperatif.

Untuk mengantisipasi peristiwa serupa terulang kembali, BBKSDA Riau bersama aparat kepolisian setempat juga melakukan sosialisasi agar tidak melakukan kegiatan yang dapat membahayakan bagi masyarakat maupun gajah.

Potongan belalai gajah. (Foto : BBKSDA Riau)

Potongan belalai gajah. (Foto : BBKSDA Riau)

“Kami sangat mengutuk keras atas kejadian pembunuhan satwa liar Gajah Sumatera,” ujar Suharyono

Kami bersama-sama dengan penegak hukum akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kejadian ini. Untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan, barang bukti akan diamankan di Balai Besar KSDA Riau,” sambungnya.

Editor: GR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *