SULAWESI TENGAH, jarrakpossulteng.com – Dilaksanakannya Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Sulawesi Tengah Tahun 2022 yang di awali dengan Tahapan Rekrutment Calon Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) dan Koordinator Kabupaten (KORKAB) Maka harapan semua pihak tentunya Program BSPS 2022 dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan prosedur/tahapan yang berlaku.

Dimana pemegang kebijakan kegiatan ini adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rumah Swadaya. Sudah sepatutnya memahami prosedur yang ada kata salah satu peserta ujian TKD.

Lanjutnya, Namun sangat di sayangkan Program BSPS 2022 Sulteng terbilang cukup menuai banyak pertanyaan yang sampai saat ini belum terjawab oleh PPK BSPS Sulteng, mulai dari Pengumuman Kelulusan Administrasi Calon Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) dan KORKAB yang berubah-ubah (1 kali revisi), dimana ada beberapa orang yang harusnya TIDAK LULUS termasuk peserta yang tidak meng-submit Dokumen Pendaftaran yang sudah di kirim ke E-mail Panitia, padahal sudah jelas dan tegas hal-hal semacam itu dinyatakan TIDAK LULUS.

Foto: Dugaan Ada Mafia Rekruitmen Koordinator Koordinator Kabupaten (KORKAB) Dan TFL: Diminta Copot Pejabat Yang Main Mata Pada Rekruitmen Koordinator Kabupaten (KORKAB) Dan TFL Tahun 2022. (Dok. Jarrak Pos Sulteng/Jamaludin Butudoka).

Ketentuan itu dilanggar oleh Panitia Rekrutment melalui SK-REVISI Hasil Verifikasi Administrasi dimana semua dinyatakan LULUS, lalu kemudian muncul perbedaan pendapat antara PPK dan Panitia Rekrutment terkait kebijakan tersebut, yang mana keduanya seolah saling menuduh, Sampai pada pengumuman kelulusan Tes Kompetensi Dasar (TKD) yang tidak FEAR, imbuhnya.

Dia juga mengatakan dimana sesuai dengan syarat kelulusan nilai minimal 70 di rubah, tanpa melihat prosentase kelulusan sebenarnya jika acuannya adalah nilai 70. Lagi-lagi Panitia melakukan kesalahan FATAL dengan mengambil kebijakan nilai 50 adalah standar kelulusan dengan menyatakan keputusan bersifat mutlak.

Baca Juga :  Panglima TNI Mengunjungi Poskotis Ops Madago Raya Di Poso : Situasi Secara Umum Sudah Semakin Baik

Sama halnya dikatakan salah satu peserta ujian asal Kota Palu Arogansi kebijakan terjadi, yang mana dari 506 peserta yang mencapai nilai 70 hanya 2 orang. Artinya ada 504 peserta yang harusnya TIDAK LULUS (99,6%).

Foto: Dugaan Ada Mafia Rekruitmen Koordinator Koordinator Kabupaten (KORKAB) Dan TFL: Diminta Copot Pejabat Yang Main Mata Pada Rekruitmen Koordinator Kabupaten (KORKAB) Dan TFL Tahun 2022. (Dok. Jarrak Pos Sulteng/Jamaludin Butudoka).

Selang beberapa waktu situasi ini di diamkan entah dengan maksud apa, tiba-tiba ada Calon Tenaga Fasilitator yang sudah melaksanakan Tahapan Verifikasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Calon Penerima Bantuan yang ada di Kabupaten Banggai Kepulauan tanpa sepengatahuan pihak terkait dan tanpa Surat Perintah Tugas dari PPK, Beberapa Calon TFL dimaksud bernama Arifin Sinukun, Yulce Lomalo, dan Hasrul Labado.

Padahal Kegiatan Rekrutmen TFL/KORKAB saat ini sedang berlangsung dan baru sampai pada tahap wawancara. itu artinya belum ada kewenangan orang-orang tersebut melakukan kegiatan Verifikasi RTLH (Rumah Tidak Layak Huni), tandasnya.

Saat di konfirmasi via telepon pada panitian rekrutmen (Dede Catur) mengatakan beliau tidak mengetahui hal itu, sebab kata Dede sampai hari ini belum ada SK ataupun pengumuman resmi dari panitia rekrutmen siapa-siapa yang lulus bahkan belum dilaksanakan tes wawancara terhadap perserta yang dinyatakan lulus TKD beberapa lalu.
Kepada PPK saat di konfirmasi via telepon tidak menjawab hingga berita ini di naikkan.

Dengan keadaan saat ini, sepatutnya Program BSPS Sulteng harus di tinjau kembali untuk kemudian dilakukan perubahan Struktur Pemangku Kepentingan di wilayah PPK dan PPK itu sendiri.

 

Penulis : Jamaludin Butudoka
Editor : Moh Reza

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here