DIRUT Paparkan Sejumlah Capaian Dan Prestasi di Momen HUT Ke-18 PDAM Motanang Kabupaten Buol

3 min read

Foto : Direktur Utama (DIRUT) PDAM Motanang Anton D. Mai, SE (Doc. Jarrakpossulteng)

Buol, JarrakposSulteng.Com — Direktur Utama (DIRUT) PDAM Motanang Anton D. Mai, SE, menyampaikan sejumlah capaian dan prestasi yang diraih Perusahaan Daerah Air Minum Motanang, pada sambutan upacara dalam rangka memperingati HUT ke-18 PDAM, yang digelar di depan Kantor PDAM Motanang Kabupaten Buol, Sulteng, Senin (14/09/2020).

Beberapa capaian tersebut di antaranya menyangkut Kinerja PDAM di tahun-tahun sebelumnya yang telah mendapat pengakuan audit BPKP dan Audit Independen/KAP, yang trennya memperlihatkan perkembangan yang signifikan .

“Mari kita menoleh kebelakang capaian-capaian kinerja kita 4 (Empat) tahun terkahir cukup baik yang tentunya kita harus optimis mempertahankan dan bahkan meningkatkan, apalagi kita telah memiliki sumber air yang baru Asahan, dan Insya Allah sumber baru SPAM IKK Bokat/Poongan akan segera beroperasi walaupun baru melayani dua Desa (Poongan dan Bukamog) dengan jumlah pelanggan 297 SR,” ungkap Anton.

Dijelaskannya, Kerja PDAM Motanang Kabupaten Buol telah terbukti di tahun-tahun sebelumnya telah mendapat pengakuan audit BPKP dan Audit Independen/KAP yang trennya memperlihatkan perkembangan yang signifikan.

“Pada tahun 2015 kita mendapat pengakuan audit BPK memperoleh Opini Sakit, dan Audit Independen (KAP), kosong. Tahun 2016, mendapat pengakuan audit BPK memperoleh Opini Kurang Sehat, dan Audit Independen (KAP), memperoleh WTP. Tahun 2017 pengakuan audit BPK memperoleh Opini Sehat, dan Audit Independen (KAP), memperoleh WTP. Tahun 2018 pengakuan audit BPK memperoleh Opini Sehat, dan Audit Independen (KAP), memperoleh WTP. Tahun 2019 pengakuan audit BPK memperoleh Opini Sehat, dan Audit Independen (KAP), memperoleh WTP.” terang Anton.

Terhadap capaian ini lanjut Anton, hasil audit independen tahun 2019 perusahaan diwajibkan menyetor bagian laba/kontribusi ke Pemerintah Daerah untuk tahun buku 2018, sekaligus mengukir sejarah sepanjang berdirinya PDAM pertama kalinya menyetor kontribusi ke Pemerintah Daerah. Bahkan mengukir sejarah PDAM Buol di Sulawesi Tengah saat rapat evaluasi bersama BPKP di Palu, menjadi PDAM satu-satunya memperoleh laba dan opini “Sehat”.

“Hasil dan prestasi ini tentunya tidak diperoleh dengan mudah, tidak dicapai dengan pertentangan, perselisihan, permusuhan, pengkotak-kotakan, buruk sangka, dendam, iri, dengki, fitnah apalagi. Tapi kita capai dengan kerja keras dan disiplin yang tinggi dalam bingkai kebersamaan dan soliditas kita semua,” jelasnya.

Capaian prestasi ini pun sebut Anton, tidak lepas dari campur tangan dari para pendiri PDAM dan badang pengawas yang hadir pada Upacara HUT Ke-18 PDAM Motanang Kabupaten Buol hari ini. yakni, Drs. Muhammad, Ketua Badan Pengawas, Drs. H. Rastha Wijaya, Sekretaris Badan Pengawas, Abd. Hamid Totili, S.Sos., Anggota Badan Pengawas, Drs. Mansyur Sadu, Mantan Ketua Badan Pengawas Pertama, Syamsudin Intam, BA., Mantan Direktur Pertama, Husain Asa Rioeh, Mantan Pegawai, Dan Lut Paket, S.PdI, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Kabupaten Buol yang selalu memberikan dan motivasi pada kita.

“Atas ini semua, segenap Direktur dan karyawan menyampaikan terima kasih dan kami memohon kiranya tidak putus-putusnya untuk memberikan arahan dan nasihat pada kami untuk kemajuan PDAM,” ujarnya.

Selain itu kata DIRUT PDAM, Secara khusus pihak nya menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada, Bapak Bupati Buol, Bapak Wakil Bupati Buol, Bapak Sekretaris Daerah Kabupaten Buol, Yang setiap saat membina, membimbing, mendorong, mengarahkan serta menasehati kita dalam pelaksanaan tugas-tugas untuk kemajuan PDAM khsusnya, dan kemajuan Daerah secara umum.

“Dalam empat tahun terakhir ini kepercayaan Pemerintah dan masyarakat Pelanggan nampak kita rasakan, oleh masyarakat terlihat dengan adanya peningkatan penerimaan setoran rekening air, dan dari Pemerintah dengan memberikan kepercayaan untuk mengelola Dana Hibah Pusat untuk pembangunan sambungan rumah kepada masyarakat melalui Dana Penyertaan Modal Pemerintah Daerah dengan rincian, Tahun 2017, 1.125 SR, Tahun 2018, 1.000 SR, Tahun 2019, 2.000 SR, dan Tahun 2020, 500 SR,” bebernya.

Anton menambahkan, Untuk tahun 2021 Kementerian PUPR RI kembali sudah meminta data, ini artinya PDAM Motanang Kabupaten Buol mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Pusat.

“Tentu ini karena prestasi dan kerja kita semua, olehnya marilah kita jaga kepercayaan ini, kita pertahankan agar tetap mendapat kepercayaan karena masih banyak masyarakat calon penerima manfaat yang belum menerima yang tentu pada gilirannya akan terpenuhinya hak rakyat atas air di satu sisi dan membaiknya kinerja kita di sisi lain,”tutupnya.

 

Wartawan : Firman Taid

Editor : Lle

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *