Dinas PU-PR dan PLN Saling Lempar Tanggung jawab?

2 min read

(Doc. JarrakposSulteng)

Poso, JarrakposSulteng — Dua desa dikecamatan Poso Pesisir selatan kab. Poso Sulawesi tengah yakni Desa Sangginora dan Dewua bernasib apes. Hampir 7 (tujuh) bulanan sejak akhir April 2020 lalu harus sabar dan menerima kondisi jalan yang Longsor akibat curah hujan yang cukup tinggi serta pemadaman listrik cukup panjang. Karena jaringan tiang listrik yang roboh diterjang tanah longsor .

Sedikitnya ada 342 pelanggan ULP PLN Poso mengalami pemadaman listrik yang berkepanjangan. Hampir 7 ( tujuh) bulanan sejak akhir April hingga Oktober 2020 ini.

Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Poso, Jatnika G ketika dikonfirmasi Jarrakpossulteng membenarkan dan menjelaskan kronologi apa yang dirasakan 342 pelanggan PLN didesa Sangginora dan Dewua, itu benar adanya

” Ya. Waktu terjadi bencana akhir April 2020 lalu. Tanah longsor akibat curah hujan terus menerus cukup tinggi di wilayah Poso. Jalan dan jaringan PLN terganggu. Lamanya sudah hampir 7 (tujuh) bulan,” Kata Manager Jatnika Gandamana. Pada ( 21-10-2020) melalui pesan WhatsApp Mobile handphonenya.

Disampaikan pulah Jatnika dan sampai kemaren Vendor PLN sementara intens melakukan pekerjaan perbaikan walaupun kondisi jalan masih menantang dan beresiko bagi pekerja dilapangan.

” Ya. Dan sementara perbaikan kemaren pada (20-10-2020) hujan lebat kembali menguyur dan terjadi lagi longsoran tanah dan merobohkan tiang listrik dan menamba panjang perbaikan jaringan listriknya,” ujarnya.

(Doc. JarrakposSulteng)

“Dan akhirnya kemaren saya turun ke lapangan melihat langsung volume pekerjaan dan membuat kesepakatan dengan vendor PLN,”  Manager Jatnika Gandamana.

” Jika tidak ada kendala yang merintangi, agar hari ini bisa selesai dan dioperasikan kembali sistem jaringan kedesa Sangginora dan Dewua. Ditambahkan pulah Jatnika, Terkait pemadaman akibat dari robohnya tiang dan jaringan listrik sudah kami berkordinasi dengan Pemda Poso untuk dan membantu supportnya perihal bantuan dinas PU-PR provinsi untuk percepatan penerangan. Pekerjaan jalannya karena mobilisasi kami terganggu karena akses jalan yang tidak memungkinkan untuk dilewati saat ini. Pungkas PLN Poso,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala dinas PU-PR provinsi Sulawesi tengah Ir. H. Syaifullah Djafar, M.Si saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp nya menjawab belum tau dan belum ada laporan.

“Saya belum tau, belum ada laporan,” Jawab Syaifullah Djafar, selaku Kadis PU-PR provinsi Sulawesi.

(Doc. JarrakposSulteng)

Masih menurut Kadis Syaifullah Djafar jika jalan longsor, yah bukan salahnya jalan, jalan itu justru jadi korban. Entah karena pembalakan liar disitu, jadi kalau ada jalan longsor, putus karena alam, banjirjangan disalahkan jalannya.

“Jalan justru jadi korban. Kalau ada kerusakan jalan memang konstruksinya tidak dapat menjalankan fungsinya yah itu jalan yang salah. Kalau ada tiang listrik yang putus karena jalan longsor, yah bukan salahnya jalan. Silahkan mereka perbaiki sendiri,” Jawab Syaifullah Djafar, di nomor WhatsApp nya.

 

 

Pewarta : Redaksi

Editor : Lle

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *