Dampak Corona di Kota Tomohon, Bidik Kelompok Miskin, Sopir dan Pegawai Rendahan

2 min read

Jarrakpossulawesi.com | WABAH Corona Virus Disease (Covid-19) diakui dampaknya melebihi daya ledak bom atom Hiroshima dan Nagasaki. Kini dunia dibuat kalang-kabut oleh serangan virus yang telah merenggut puluhan ribu nyawa manusia ini.

Perkonomi dunia pun ikut bergolak dan terancam krisis ekonomi global. Banyak negara diprediksi terancam bangkrut jika penyebaran wabah pandemi Covid-19 terus berlangsung hingga menjadi tragedi kemanusiaan yang maha dahsyat.

Bahkan tak terkecuali yang dialami masyarakat Kota Tomohon, Covid-19 telah meluluhlantahkan sendi-sendi perekonomian dan kehidupan sosial kemasyarakatan.

Sehingga dibutuhkan penanganan dan perhatian serius Pemkot Tomohon agar segera melakukan perlindungan Jaring Pengaman Sosial (Social Safety Net) kepada masyarakat yang terdampak virus Corona.

Dimana kesulitan yang tengah membelit warga kota berjuluk “Kota Bunga” ini kian hari kian terasa akibat ketiadaan pendapatan.

Banyak sejumlah masyarakat pun angkat suara seputar lambannya Pemkot Tomohon menyalurkan bantuan buat warga terdampak Covid-19

Mengalami berbagai keluhan dan harapan dilayangkan sejumlah warga kepada Walikota Jimmy Eman. Antara lain datang dari salah seorang warga Kelurahan Tara Tara, sebut saja Wentry, pemilik mikrolet yang harus mengandangkan mobil angkutan penumpang dalam Kota Tomohon.

Hal yang sama juga diungkapkan salah seoran PNS Golongan rendah bernama Frida, warga Lahendong, sangat merasakan dampak Covid-19.

“Pendapatan bulanan saya sudah tergadaikan di salah satu bank pemerintah, karena kebutuhan pendidikan anak-anak saya dan untuk kehidupan sehari-hari. Apalagi dengan situasi saat ini masyarakat dibatasi oleh aturan terkait Covid-19,” keluhnya.

Di tengah kesulitan ini mereka berharap Walikota Tomohon dapat memahami kondisi terkini yang tengah warganya alami dan rasakan.

“Kami butuh uluran tangan dan bantuan pemerintah, kami sama sekali tidak lagi memiliki penghasilan dan tinggal berharap bantuan pemerintah dalam menopang kelanjutan hidup kami,” ungkapnya.

Keprihatinan lain juga sempat diutarakan Kepala Dinas Perhubungan Kota Tomohon Ronald J F Kalesaran, SE kepada awak media bhayangkaranusantara.com, Rabu (8/4/2020).

Dirinya ikut merasa prihatin melihat keadaan pemilik kendaraan oplet angkutan umum dan sopir dengan berbagai keluhan mereka yang disampaikan kepadanya seputar dampak bencana Covid-19 yang telah membuat mereka tak berdaya lagi dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Keluhan pemilik angkot dan sopir akan saya teruskan kepada instansi pengambil keputusan agar permintaan mereka dapat terakomodir seputar keluhan memperoleh bantuan dari Pemkot Tomohon dengan adanya kendaraan dan para sopir dirumahkan terkait persoalan Covid-19,” tutupnya.

Editor: GR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *