Bupati Poso : Netralitas ASN Harga Mati

2 min read

(Doc. JarrakposSulteng)

Poso, JarrakposSulteng — Netralitas Aparatur Sipil Negara ( ASN) adalah harga mati. Harapan tersebut ditegaskan Pejabat Bupati kabupaten Poso Moh. Arfan, baru-baru ini di ruang pongombo kantor Bupati Poso.

“Pada kesempatan ini ingin saya sampaikan bahwa netralitas harga mati. Serta Pelaksanaan Protokol kesehatan covid-19 juga harga mati,” Itulah pesan dan harapan gubernur Sulteng Longki Djanggola, saat mengukuhkan dirinya sebagai Pjs bupati Poso.

Disampaikan Bupati Arfan yang didampingi sekdakab Poso. Sebagai ASN dan pimpinan OP, “Sekali lagi saya tegaskan jangan coba-coba melanggar Undang-undang dan peraturan ketententuan Netralitas ASN. Pada Pilkada serentak 9 Desember 2020, Mendatang,” kata Bupati Poso, Moh. Arfan dengan serius.

(Doc. JarrakposSulteng)

Secara terpisah Bupati Moh. Arfan, yang dimintai tanggapannya terkait Ketententuan dan Regulasi Undang-undang yang mendasari terhadap ASN adalah Undang undang nomor 5 tahun 2014 tentang ASN.

” Yah. Pegawai ASN harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik. Itu bunyi pasal 9 ayat (2) UU 5 tahun 2014 tentang ASN,” kata Arfan diposo. Pada Minggu (4/10/2020) kepada Jarrakpossulteng.

Diingatkan pula oleh Arfan , ASN harus menghindari konflik kepentingan pribadi, kelompok, maupun golongan. Demikian yang ditegaskan dalam ( pasal 11 peraturan pemerintah (PP) 42 tahun 2014 tentang pembinaan jiwa korps dan kode etik PNS) kata Bupati Poso menegaskan dan mengingatkan kepada seluruh ASN DiKab. Poso.

Foto : Bupati Poso Moh Arfan. Bersama Kepala Kelurahan Se Kec. Posokota Utara (Doc. JarrakposSulteng)

Sementara itu sejumlah kepala kelurahan yang ada di kecamatan posokota Utara menanggapi apa yang ditegaskan bupati Poso Moh. Arfan sangat direspon dengan baik.

” Yah. Apa yang disampaikan oleh bupati Arfan terkait Netralitas ASN itu mutlak dan adalah harga mati bagi kami. Jika ingin tetap berkarir sebagai ASN, kedepannya,” tutur Adrianto Saleh, S.Sos Kepala kelurahan Tegal Rejo. Kepada jarrakpossulteng, pada Jumat, (2/10/2020) Dikotaposo.

Sementara itu, Kepala dinas kesehatan kabupaten Poso, dr. Taufan Karwur terkait penangan khusus Covid-19 serta Protokol kesehatan dari hasil dan capaian sejak ( 14-07 s/d 27-09-2020) disampaikan dihadapan bupati Poso Moh Arfan. Sekdakab Poso Y.Guluda serta OPD bawah surveilans pasif kasus Covid-19 telah dilaksanakan oleh 24 puskesmas dan 3 rumah sakit. Efektif mulai 16 Maret 2020 dilaksanakan.

(Doc. JarrakposSulteng)

Disampaikan dr. Taufan pelayanan Swab sudah bisa dilaksanakan di 21 Puskesmas yang memiliki tenaga analis kesehatan.

Dan notifikasi kasus dilaporkan ke surveilans provinsi kurang dari 24 jam dengan sistim online per jam 12 siang setiap harinya. Demikian laporan kadis kesehatan kabupaten Poso. Terkait penanganan Covid 19 kepada bupati Poso.

 

 

Pewarta : Mardison

Editor : Lle

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *