POSO – jarrakpossulteng.com- Kuasa Hukum Ketua DPRD Poso dengan tegas akan melaporkan oknum pelaku persekusi terhadap ketua DPRD Poso, Sesi KD Mapeda saat dirinya hendak pulang Selasa (8/12) malam di Dusun Toaro, Kelurahan Sawidago, Kecamatan Pamona Utara.

Sesi Mapeda yang juga ketua tim pemenangan Paslon No 2 Das Beramal dihadang puluhan masyarakat yang menduga dirinya melakukan money politik di Minggu tenang, atas kejadian itu pihak kuasa hukum buat laporan kepolisi.

Kepada wartawan Senin (14/12/20) melalui kuasa hukumnya Yan Patris Binela mengatakan, pihaknya telah mengumpulkan sejumlah barang bukti dan akan segera melapor ke pihak kepolisian.

“Yang kita kejar adalan penegakan hukum, kita tidak boleh main-main dengan hal ini jangan dianggap sepele perbuatan persekusi yang dilakukan dengan cara yang tidak baik juga menyebar berita hoax,” ucapnya dihadapan wartawan.

Kata Yan Patris Binela, langkah yang diambil melaporkan ke pihak Polres Poso atas perbuatan persekusi dan penyebaran berita hoax, yang menurut kuasa hukum ada dua tindak pidana, yakni pidana umum dan pidana khusus.

“Kemarin ibu sesi dilaporkan ke Bawaslu oleh beberapa oknum tentang money politik, sambi menunggu laporan itu, kami juga melapor ke Bawaslu dan keputusan dari Bawaslu Poso mengatakan bahwa dugaan Ibu Sesi Mapeda melakukan money politik itu tidak benar, ibu Sesi tidak melakukan money politik seperti yang dituduhkan oleh pelapor dan itu hasil kajian dari Bawaslu Poso,” ungkap Yan Patris Binela.

Yan Patris Binela menambahkan, ada puluhan oknum pelaku yang akan dilaporan ke pihak kepolisian terkait kasus persekusi dan penyebaran berita hoax kepada ibu ketua DPRD Poso, Sesi Mapeda.

“Hari ini kami langsung ke Polres Poso akan melapor, kami tidak main-main ini harus di proses hukum,” tegas Yan Patris.

Dihadapan wartawan, Sesi Mapeda mengakui, tidak terima dengan tindakan para pelaku persekusi dan penyebar berita hoax menuduh dirinya melakukan money politik.

“Saya tidak terima ini negara hukum, para pelaku sengaja menghadang saya, menggeledah saya didalam mobil, meneriaki saya dengan kata-kata kotor, sebarkan berita hoax, saya difoto di rekam disebarkan di media seolah-seolah saya ini sudah bersalah dan melakukan yang mereka tuduh.

Perlu ditahu padahal saya tidak melakukan apa-apa saat itu saya diperjalan pulang dari melakukan pemantuan di pos tim pemenangan dan tidak ada kampanye atau money politik,” tutur Sesi.

Sumber : Jarrakpos News
Pewarta : mardison
Editor : Kurnia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here