BUOL, jarrakpossulteng.com | Amran Batalipu, yang merupakan bapak pahlawan Panglima perang Bapak Pahlawan Panglima perang di sambut warga Buol di batas Lakuan Buol dan Tolitoli, karena telah memenangkan peperangan.

Penyambutan yang sangat luar biasa dilakukan oleh warga Buol di Desa Lakuan, merupakan bentuk penghargaan Bagi Amran Batalipu, yang kurang lebih 9 tahun mereka berpisah akibat persoalan hukum yang menimpah sang mantan Bupati yang dikenal sangat merakyat.

Wartawan Jarrakpos Amir Ismail yang menyertai perjalanan kepulangan Amran Batalipu ke Buol, menyaksikan dan melaporkan secara langsung saar sang maestro pembangunan kabupaten Buol tiba di tapal batas Lakuan Buol-Toli, Rabu (13/4/2022), pukul 16:00 WITA.

Amran Batalipu bersama Istri Dr. Luciana Baculu serta 4 putra putrinya turun dari mobil Toyota Inova, langsung bersalaman dengan sejumlah warga Buol yang sudah beberapa jam menunggu di portal jembatan batas Lakuan Buol. Kemudian Amran di arak berjalan kaki beberapa meter dari jembatan.

Setelah itu Amran Batalipu, diarahkan untuk menaiki mobil pick.up berwarna putih untuk selanjutnya di arak menuju ibu kota kabupaten Buol sesuai rute yang sudah di tentukan.

Perjalanan dengan menempuh jarak kurang lebih 30 km, melawati desa Lakuan Buol, Lakea I Lakea II, Tuinan , Ilambe, Busak I Busak II, Mokupo dan desa Los. biasanya memakan waktu hanya 30-40 menit, ternyata memakan waktu sampai berjam-jam.

Sebab di setiap desa yang di lalui, warga masyarakat minta untuk berjabat tangan dengan tokoh pembangunan. Berbagai komentar masyarakat yang di lewati iring-iringan Amran Batalipu, dalam bahasa Buol, “vuoyo, no vuoyon”, yang artinya Buol sudah kabur.

“Agu Tio bupati, mo maju Vuoyo” kalau Amran katanya bupati pasti maju Buol, kebahagiaan ini semua yang terakumulasi menjadi harapan pemimpin Buol kedepan, walaupun belum di tau secara undang undang apakah Amran Batalipu masih memenuhi syarat untuk maju, yang jelas Amran Batalipu sulit untuk dilupakan karena karya-karyanya bembangun kabupaten Buol selama 1 periode memimpin Buol.

Tepat pukul 18:00 WITA ,iring-iringan yang menyertai penjemputan Amran Batalipu, tiba di ibu kota kabupaten Buol, istirahat sejenak untuk berbuka puasa, yang dilanjutkan dengan sholat magrib berjamaah, setelah itu melajutkan perjalanan menuju desa Bongo untuk bertemu Ibu kandug Amran Batalipu, dan masyarakat desa Bongo.

 

Laporan Miro

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here