Uncategorized

Bupati Tolitoli : Nirwasita Tantra Menjadi Motivasi Untuk Mewujudkan Masyarakat Yang Berwawasan Lingkungan

(Doc. Jarrakpossulteng)

JARRAKPOSSULTENG – Bupati Tolitoli Hi. Moh. Saleh Bantilan, SH.,MH bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tolitoli Moh. Fadly Lahadja, S.Sos.,M.Si menghadiri sosialisasi Program Nirwasita Tantra (Green Leadership) yang diselenggarakan oleh Pusat Pengendalian Ekoregion Sulawesi dan Maluku Kementerin Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia di Makassar Provinsi Sulawesi Selatan pada Jumat pagi (24/1).

Nirwasita Tantra yang disosialisasikan ini adalah penghargaan pemerintah untuk Kepala Daerah atas kepemimpinannya dalam merumuskan dan menerapkan kebijakan, atau program kerja sesuai dengan prinsip metodologi pembangunan berkelanjutan guna memperbaiki kualitas lingkungan hidup di daerahnya.

Selain itu juga merupakan penghargaan yang diberikan kepada kepala daerah di tingkat Provinsi, dan Kabupaten/Kota atas pemahamanya terhadap isu lingkungan serta mendukung kebijakan dan langkah aksi dalam mewujudkan lingkungan hidup yang baik dan sehat bagi seluruh warga Indonesia.

Dalam forum sosialisasi itu, para pejabat dari Kementerian LHK RI menyampaikan Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (DIKPLHD) yang dapat dimanfaatkan oleh Kepala Daerah sebagai bahan pertimbangan untuk proses pengambilan keputusan baik untuk kebijakan maupun program daerah.

Dokumen DIKPLHD merupakan media data, informasi yang dapat dimanfaatkan untuk memotret kondisi lingkungan (state), permasalahan utama (pressure), yang dapat dimanfaatkan untuk menentukan kebijakan dan atau program prioritas (response) Daerah dalam mengelola lingkungan hidup.

Bupati Hi. Moh. Saleh Bantilan, SH.,MH mengatakan Nirwasita Tantra (Green Leadership) menjadi motivasi untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Tolitoli yang berwawasan lingkungan. Harus bisa diaplikasikan sehari-hari dalam kehidupan masyarakat, peduli akan sampah, terhadap masalah lahan kritis, mendukung program penghijauan dan turut menciptakan Tolitoli yang bersih, indah dan rapi.

“Pekerjaan kita juga masih ada, seperti banjir dan longsor, masyarakat juga harus dapat mendukung program Pemda Tolitoli agar bisa bebas dari sampah, makanya kita akan tumbuhkan pola pikir masyarakat untuk bisa mencintai alam,” tegas Bupati.

Bupati juga menambahkan, penghargaan ini bukanlah tujuan, tapi dengan adanya penghargaan ini diharapkan menjadi pemicu untuk bekerja lebih baik lagi, mengingat masih banyak permasalahan lingkungan yang belum terselesaikan.

Penulis : Karno

Editor : Lle

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close